KUDUS | Kabarjateng.id – Kompetisi olahraga elektronik Bupati Kudus Cup Free Fire 2026 berlangsung meriah di Kantor Pelayanan Publik Polres Kudus, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 64 tim ambil bagian dalam turnamen yang mempertemukan peserta dari kalangan pelajar maupun umum.
Dari total peserta tersebut, 32 tim berasal dari kategori pelajar, sedangkan 32 tim lainnya bertanding pada kategori umum.
Turnamen resmi dibuka Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris bersama Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo, jajaran Forkopimda, serta pejabat utama Polres Kudus.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi permainan digital.
Bupati Kudus Cup juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, kreativitas, kemampuan strategi, dan potensi mereka di bidang e-sport.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk mendekatkan kepolisian dengan kalangan anak muda melalui aktivitas yang positif.
Menurutnya, e-sport dapat menjadi media untuk mengasah kreativitas sekaligus membangun interaksi positif antarpeserta.
Penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM sehingga kegiatan turut memberikan ruang bagi sektor usaha lokal.
Antusiasme peserta dan masyarakat terhadap turnamen tersebut, lanjutnya, cukup tinggi. Jumlah peserta bahkan harus disesuaikan dengan kapasitas pelaksanaan kegiatan.
Selain pertandingan Free Fire, acara tersebut diwarnai Deklarasi Generasi Muda Peduli Kamtibmas Kabupaten Kudus.
Deklarasi ini menjadi pengingat agar generasi muda tetap memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, meski aktif dalam perkembangan dunia digital.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa kompetisi e-sport dapat menjadi wadah untuk mempertemukan para pemain sekaligus membuka kesempatan bagi anak muda mengembangkan kemampuan dan prestasi.
Ia juga mengajak peserta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Menurutnya, perkembangan dunia digital harus diarahkan untuk kegiatan produktif dan tidak digunakan untuk aktivitas yang merugikan.
Salah satu pesan yang ditekankan Bupati adalah agar generasi muda menjauhi judi online serta tetap menjaga etika ketika beraktivitas di media sosial.
Melalui Bupati Kudus Cup Free Fire 2026, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap e-sport dapat berkembang sebagai kegiatan positif.
Turnamen tersebut sekaligus diharapkan melahirkan generasi muda yang kreatif, sportif, berprestasi, serta mampu menggunakan teknologi secara bijak. (ahs)






