Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Cegah Bullying, KKN UIN Walisongo Posko 209 Ajak Siswa di Sudipayung Jadi ‘Teman yang Baik’

badge-check


					Cegah Bullying, KKN UIN Walisongo Posko 209 Ajak Siswa di Sudipayung Jadi ‘Teman yang Baik’ Perbesar

KENDAL | Kabarjateng.id – Sebuah candaan mungkin terdengar ringan bagi yang mengucapkannya, tetapi bisa meninggalkan luka bagi orang yang menerimanya.

Pesan itulah yang ditanamkan mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 209 UIN Walisongo Semarang kepada siswa sekolah dasar di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal.

Sebanyak 42 siswa kelas 5 dan 6 dari SDN 1 Sudipayung dan MI NU 10 mengikuti sosialisasi anti-bullying yang digelar mahasiswa KKN pada Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan bahaya perundungan sekaligus menanamkan sikap saling menghargai sejak usia sekolah dasar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali bullying, mulai dari pengertian dan jenis-jenis perundungan hingga dampaknya bagi korban.

Mereka juga diajak memahami apa yang dapat dilakukan ketika melihat temannya mengalami bullying.

Mahasiswa KKN menekankan bahwa siswa tidak perlu ikut mengejek atau membiarkan perundungan terjadi.

Sebaliknya, mereka diajak peduli terhadap korban dan berani mencari bantuan kepada orang dewasa atau pihak yang dipercaya.

Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar melindungi diri sendiri, tetapi juga memahami pentingnya membantu teman yang berada dalam situasi tidak menyenangkan.

Agar materi lebih mudah diterima, sosialisasi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikemas secara interaktif.

Mahasiswa KKN mengajak siswa bernyanyi bersama melalui lagu bertema Stop Bullying, kemudian melanjutkannya dengan sesi tanya jawab.

Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mengikuti pembahasan mengenai berbagai situasi dalam pertemanan.

Dari pembahasan tersebut, mahasiswa kemudian mengarahkan siswa pada materi tentang cara menjadi teman yang baik.

Siswa diajak memahami bahwa menjadi teman bukan hanya tentang bermain dan bersenang-senang bersama, tetapi juga tentang saling menghargai, peduli, serta menjaga ucapan dan tindakan agar tidak menyakiti orang lain.

Pesan tersebut juga menjadi pengantar menuju sesi bercerita dan renungan.

Dalam sesi ini, mahasiswa mengajak siswa membayangkan perasaan seseorang yang mengalami bullying.

Siswa diajak melihat perundungan bukan hanya dari sudut pandang orang yang melakukan, tetapi juga dari sisi orang yang menerima perlakuan tersebut.

Suasana kegiatan yang sebelumnya dipenuhi keceriaan perlahan berubah menjadi lebih tenang.

Para siswa yang sebelumnya antusias mengikuti nyanyian dan tanya jawab mulai menyimak cerita dan renungan dengan penuh perhatian.

Suasana haru pun terasa ketika siswa diajak memahami bahwa perkataan atau tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat memberikan luka bagi orang lain.

“Kami ingin menyampaikan kepada adik-adik bahwa bullying bukan sekadar bercanda. Ada perasaan orang lain yang perlu kita jaga, karena luka akibat bullying tidak bisa disembuhkan dengan obat. Luka akibat bullying juga bisa membekas sampai kita tua,” ujar salah satu mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 209 UIN Walisongo.

Bagi mahasiswa KKN, pemahaman mengenai bullying tidak cukup hanya dengan mengenalkan jenis dan dampaknya.

Siswa juga perlu diajak memahami bagaimana perasaan orang lain dan membangun keberanian untuk tidak ikut melakukan maupun membiarkan tindakan perundungan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan.

Mereka mengikuti rangkaian sosialisasi dengan senang, terutama saat bernyanyi dan mengikuti sesi tanya jawab.

Sementara itu, sesi cerita dan renungan memberikan suasana berbeda yang membuat siswa lebih tenang dan terbawa dalam pesan yang disampaikan.

Rangkaian sosialisasi kemudian ditutup dengan pesan sederhana yang diharapkan dapat diingat siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadilah teman yang baik, karena teman yang baik tidak menyakiti, tetapi saling peduli dan menguatkan.”

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus inti dari sosialisasi anti-bullying yang diberikan mahasiswa KKN.

Sebab, mencegah bullying tidak hanya dilakukan dengan mengetahui apa yang salah, tetapi juga dengan membangun kebiasaan untuk saling menjaga, menghargai, dan hadir bagi teman yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Semangat “Dari Warga untuk Warga” Warnai HUT RI ke-81 di Cirumyang Paguyangan

16 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Grand Final Voli Piala Kades Guli Berlangsung Semarak, Polsek Nogosari Pastikan Pertandingan Aman

16 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Mendagri Tito Tinjau Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Percepat Pemulihan

16 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Hari Jadi ke-81 Jateng, Pemprov Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Warga Kurang Mampu

16 Agustus 2026 - 16:45 WIB

45 Paskibraka Jateng Dikukuhkan, Gus Yasin Tekankan Integritas dan Kedisiplinan

16 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Dry Port Jateng Segera Terwujud, Target Dua Tahun

16 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Trending di KABAR JATENG