KENDAL | Kabarjateng.id – Mengenali batas tubuh menjadi salah satu langkah penting bagi anak untuk belajar menjaga dan melindungi dirinya.
Hal tersebut dikenalkan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 209 kepada siswa SDN 1 Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, melalui edukasi privasi tubuh, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang diikuti 40 siswa tersebut berlangsung secara interaktif selama lebih dari satu jam dengan materi mengenai hak anak, perlindungan diri, serta pentingnya mengenali dan menjaga privasi tubuh sejak dini.
Edukasi ini diberikan sebagai upaya mengenalkan kepada anak bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan mendapatkan perlindungan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pengertian hak serta berbagai hak yang dimiliki, termasuk hak untuk menjaga dan melindungi dirinya sendiri.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan mengenai perlindungan diri.
Siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian perlindungan diri serta alasan mengapa kemampuan menjaga diri penting dimiliki sejak usia sekolah.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu anak lebih peka terhadap situasi di lingkungan sekitarnya.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah pengenalan bagian tubuh yang perlu dilindungi dan dijaga privasinya.
Siswa diarahkan untuk memahami bahwa terdapat bagian tubuh yang bersifat pribadi sehingga perlu dihargai dan tidak boleh diperlakukan sembarangan oleh orang lain.
Agar materi lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, penyampaian dilakukan dengan metode yang interaktif.
Mahasiswa menggunakan gambar sebagai media untuk membantu siswa mengenali bagian tubuh yang perlu dilindungi.
Materi juga disampaikan melalui kegiatan bernyanyi mengenai bagian privasi tubuh sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan suasana yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak.
Selain mengenalkan bagian tubuh yang perlu dilindungi, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Anak diarahkan untuk mengenali kondisi yang membuat mereka merasa tidak nyaman serta memahami bahwa mereka dapat mencari bantuan dan menyampaikan hal tersebut kepada orang dewasa yang dipercaya.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan siswa secara aktif selama penyampaian materi.
Pendekatan interaktif digunakan agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat memahami materi mengenai hak, perlindungan diri, dan privasi tubuh melalui cara yang sesuai dengan usia mereka.
Ketua pelaksana kegiatan, Fathia Rahma, mahasiswa KKN UIN Walisongo, mengatakan edukasi privasi tubuh penting diberikan kepada anak sejak dini agar mereka memiliki pemahaman mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan semakin memahami batasan tubuh, bagian tubuh yang bersifat pribadi, serta pentingnya menjaga diri. Siswa juga diharapkan mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi atau perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman,” ujar Fathia.
Edukasi privasi tubuh tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo melalui lingkungan pendidikan.
Sekolah menjadi ruang penting untuk mengenalkan pengetahuan mengenai perlindungan diri karena anak berinteraksi secara rutin dengan teman, guru, dan lingkungan di sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, pemahaman mengenai privasi tubuh diharapkan tidak hanya berhenti pada saat edukasi berlangsung.
Pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diperkuat melalui komunikasi dengan guru dan orang tua sehingga anak memiliki lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh dengan rasa aman dan nyaman.






