KENDAL | Kabarjateng.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mendorong hubungan yang lebih erat dengan kalangan media untuk memperluas penyebaran informasi terkait kegiatan dan layanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai memiliki peran penting, terutama dalam memberikan pemahaman publik mengenai donor darah, penanganan bencana, layanan PMI, serta berbagai kegiatan sosial yang selama ini dijalankan organisasi kemanusiaan tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Anggota, dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, saat menghadiri Media Gathering PMI Kota Semarang di Promas Green Village, Nglimut, Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jumat (4/9/2026).
Wiwit mengatakan, keberadaan media tidak sebatas sebagai penyampai informasi mengenai kegiatan PMI.
Lebih dari itu, media dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami peran dan layanan PMI secara lebih menyeluruh.
Ia juga membuka ruang bagi insan pers untuk memberikan kritik dan masukan terhadap pola komunikasi maupun informasi yang disampaikan PMI kepada publik.
Menurutnya, keterbukaan tersebut diperlukan agar penyampaian informasi dapat terus diperbaiki dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada yang kurang dalam menyampaikan pesan melalui media, berikan saran dan masukan. Kami sangat terbuka dan berterima kasih,” kata Wiwit.
Ia menyoroti pentingnya penyampaian informasi berdasarkan data, khususnya terkait kondisi stok darah.
Menurut Wiwit, ketersediaan darah di PMI selalu mengalami perubahan sehingga informasi mengenai stok harus mengacu pada data terbaru.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut persediaan darah PMI kosong tanpa memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
“Database kami terus diperbarui setiap hari. Media bisa membantu mengedukasi masyarakat berdasarkan data yang benar,” ujarnya.
Wiwit menambahkan, informasi yang akurat menjadi bagian tidak terpisahkan dari pelayanan kemanusiaan.
Dengan informasi yang tepat, masyarakat dapat mengetahui layanan yang tersedia sekaligus menentukan bentuk bantuan atau partisipasi yang dapat diberikan.
Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Bulan Dana PMI Kota Semarang.
Tahun ini, kegiatan tersebut turut memberikan perhatian kepada kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Menurut Wiwit, kepedulian terhadap kelompok rentan perlu terus dibangun secara bersama-sama.
Media dinilai memiliki kemampuan untuk memperluas pesan tersebut sehingga gerakan sosial yang dilakukan PMI dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Ia berharap kerja sama dengan media tidak hanya dilakukan ketika ada agenda tertentu. Komunikasi yang berlangsung secara rutin dinilai dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PMI.
“Hal-hal yang negatif mari kita sama-sama perangi untuk kemajuan PMI,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua PMI Kota Semarang Widoyono mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami mengenai tugas, fungsi, serta layanan PMI.
Menurut dia, informasi mempunyai posisi penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kehidupan demokrasi.
Oleh sebab itu, media diharapkan dapat menyajikan informasi yang tidak hanya aktual, tetapi juga memberikan edukasi kepada publik.
“Informasi itu merupakan salah satu pilar dalam demokrasi. Jadi sangat penting dan mohon bantuan dari teman-teman media untuk menyosialisasikan tugas dan fungsi PMI melalui informasi edukatif kepada masyarakat,” tutur Widoyono.
Ia berharap media terus membantu mengenalkan berbagai aktivitas kemanusiaan PMI.
Dengan pemberitaan yang edukatif dan berimbang, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya keterlibatan bersama dalam membantu sesama.
Sinergi PMI dan media diharapkan pada akhirnya mampu membangun kesadaran sosial yang lebih kuat. Informasi yang benar dan mudah dipahami dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk ikut berdonor, membantu korban bencana, serta terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. (lim)






