GROBOGAN, Kabarjateng.id – Lapas Kelas IIB Purwodadi terus memperkuat pengawasan internal dengan menggandeng TNI dan Polri guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, serta praktik penipuan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang berlangsung serentak bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia, Jumat (8/5).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan pengawasan dan upaya pemberantasan peredaran narkoba serta berbagai bentuk penipuan yang berpotensi muncul di dalam lapas dan rutan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama pejabat struktural, seluruh pegawai lapas, anggota Polres Grobogan, personel Kodim 0717/Grobogan, serta perwakilan dari IPWL Al Ma’la.
Ikrar dan Penandatanganan Komitmen
Dalam apel bersama, seluruh peserta mengucapkan ikrar dengan penuh kesungguhan sebagai simbol komitmen menjaga lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari berbagai pelanggaran.
Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Erik menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari langkah nyata dalam membangun sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Purwodadi benar-benar bebas dari handphone ilegal, narkoba, maupun segala bentuk penipuan. Ini adalah komitmen bersama yang harus kami jaga secara konsisten,” ujarnya.
Setelah pembacaan ikrar, seluruh pegawai melanjutkan kegiatan dengan penandatanganan komitmen bersama.
Aparat penegak hukum dan pihak IPWL Al Ma’la turut menyaksikan proses tersebut sebagai bentuk transparansi dan penguatan pengawasan eksternal.
Razia Kamar Hunian dan Tes Urine
Petugas gabungan dari Lapas, TNI, dan Polri kemudian melaksanakan razia kamar hunian warga binaan.
Mereka memeriksa setiap blok hunian secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang tersimpan di dalam lapas.
Selain razia, petugas juga menggelar tes urine terhadap warga binaan dan pegawai lapas. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta negatif dari penyalahgunaan narkotika.
“Kami tidak ingin hanya berhenti pada ikrar. Pengawasan langsung melalui razia dan tes urine menjadi bukti bahwa kami serius menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” tegas Erik.
Perkuat Integritas dan Pelayanan
Erik menambahkan, keberhasilan menjaga kondisi lapas tetap kondusif lahir dari kerja sama seluruh pihak, termasuk dukungan TNI, Polri, dan stakeholder lainnya.
Ke depan, Lapas Purwodadi akan terus meningkatkan pelayanan, pembinaan warga binaan, serta memperkuat sistem keamanan sebagai bagian dari reformasi pemasyarakatan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. (rs)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.