Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 9 Mei 2026 09:26 WIB

PMI Kota Semarang Lantik 400-an Relawan di Momen Hari Palang Merah Internasional


					PMI Kota Semarang Lantik 400-an Relawan di Momen Hari Palang Merah Internasional Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Momentum Hari Palang Merah Internasional 2026 dimanfaatkan PMI Kota Semarang untuk melantik sekitar 400 lebih relawan Korps Sukarela (KSR) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Pelantikan yang berlangsung di depan kantor PMI Kota Semarang menjadi simbol penguatan semangat kemanusiaan sekaligus komitmen generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, menegaskan para relawan yang dilantik hari itu merupakan penerus perjuangan kemanusiaan yang harus menjaga dan melestarikan nilai kemanusiaan agar tetap hidup di dunia.

Menurutnya, tema Hari Palang Merah Internasional 2026, Keeping Humanity Alive, menjadi pengingat penting bahwa relawan PMI memikul tanggung jawab besar untuk terus menyalakan semangat kepedulian terhadap sesama.

“Hari ini, kalian resmi menjadi bagian dari Korps Sukarela PMI Unit Kota Semarang. Artinya, kalian menjadi penerus yang merawat, menjaga, dan melestarikan kemanusiaan agar tetap hidup di bumi ini,” ujar Awal.

Ia menjelaskan, Palang Merah merupakan sumber kasih yang menjalankan tujuh prinsip kepalangmerahan dengan sepenuh hati.

Karena itu, para relawan KSR menjadi garda terdepan dalam memastikan nilai kemanusiaan tetap terjaga.

Awal juga menekankan bahwa kemanusiaan merupakan nilai penting dalam sila kedua Pancasila, bahkan menjadi landasan utama saat menghadapi persoalan sosial.

“Ketika kita berhadapan dengan masalah kemanusiaan, kita harus mengedepankan nilai kemanusiaan itu sendiri. Perspektif seorang relawan PMI harus mendunia, tidak terbatas hanya pada wilayah atau negara tertentu,” jelasnya.

Relawan dari 17 Perguruan Tinggi dan 1 dari Unit Markas PMI

Sebanyak 400 lebih relawan yang mengikuti pelantikan berasal dari 17 perguruan tinggi di Kota Semarang, ditambah satu unit dari Markas PMI Kota Semarang, sehingga total terdapat 18 unit Korps Sukarela PMI.

Para relawan menjalani berbagai tahapan pembinaan, mulai dari pendaftaran, pendidikan dan pelatihan dasar, praktik lapangan, hingga pelantikan resmi.

Menurut Awal, menjadi relawan PMI tidak cukup hanya dengan niat membantu sesama, tetapi juga membutuhkan kompetensi dasar sebagai penolong.

“Mereka harus memahami prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Selain itu, mereka juga harus sehat secara fisik, mental, dan sosial,” katanya.

Tahun ini, PMI Kota Semarang juga mulai melibatkan relawan penyandang disabilitas dalam Korps Sukarela.

Ia menegaskan bahwa menjadi relawan tidak harus memiliki kondisi fisik yang sempurna.

Yang terpenting, relawan memiliki niat tulus untuk membantu dan meringankan penderitaan sesama.

Efisiensi Pelatihan dan Penguatan Penanggulangan Bencana

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, SH, MH, menjelaskan bahwa pelantikan serentak ini menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi pelatihan relawan.

Dengan menggabungkan seluruh perguruan tinggi dalam satu pelantikan bersama, PMI dapat menghemat tenaga pelatih, waktu, dan biaya operasional.

“Ini memang ide dari ketua agar seluruh perguruan tinggi berkumpul secara serempak. Jadi lebih efisien dari sisi pelatih, waktu, dan biaya,” jelas Wiwit.

Ia mengatakan, ke depan model pelantikan bersama ini akan terus berjalan setiap semester agar pembinaan relawan lebih terstruktur.

Siapkan Minimal 180 Personel Siaga Bencana

PMI Kota Semarang juga menargetkan pembentukan sistem penanggulangan bencana berbasis perguruan tinggi.

Melalui pendataan relawan dari seluruh kampus, PMI ingin membangun kekuatan cadangan yang siap turun saat terjadi bencana di Kota Semarang.

Wiwit menyebut, jika setiap perguruan tinggi menyumbangkan minimal 10 relawan aktif, maka akan terbentuk sedikitnya 180 personel siaga bencana.

“Nantinya mereka akan masuk dalam database. Ada yang fokus di pertolongan pertama, tim kesehatan, assessment, hingga spesialis manajemen kebencanaan. Jadi semua memiliki peran masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan relawan kampus sangat penting karena kebutuhan pelayanan PMI sangat besar, mulai dari posko siaga 24 jam hingga respons cepat saat terjadi bencana.

“Kalau hanya mengandalkan relawan PMI yang ada sekarang, tentu tidak cukup. Karena itu kami mengajak seluruh perguruan tinggi untuk benar-benar hadir dan mengabdi membantu PMI melayani masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya.

 

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi dengan Kajari Baru demi Kawal Pembangunan yang Transparan

13 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polrestabes Semarang Sigap Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Brebes Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim, Perkuat Harapan dan Masa Depan Generasi Muda

12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Jawa Tengah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati

12 Mei 2026 - 11:19 WIB

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis