Menu

Mode Gelap
 

Hukum & Kriminal · 12 Mei 2026 11:19 WIB

Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati


					Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id – Satreskrim Polres Jepara menetapkan pria berinisial IAJ (60), warga Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati.

Polisi juga langsung menahan IAJ di Rutan Mapolres Jepara untuk kepentingan penyidikan.

Korban melaporkan peristiwa yang ia alami ke Polres Jepara setelah mengalami dugaan tindakan tidak senonoh hingga persetubuhan.

Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/17/II/2026/SPKT/Polres Jepara/Polda Jawa Tengah tertanggal 19 Februari 2026.

Kronologi Kejadian di Lingkungan Ponpes

Peristiwa terjadi pada 27 April 2025 sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah gudang yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Di lokasi tersebut, korban mengaku mengalami tindakan yang tidak diinginkan dari pelaku.

Penyidik mengungkap dugaan bahwa pelaku membangun pengaruh psikologis terhadap korban.

Pelaku meyakinkan korban bahwa dirinya telah menikah melalui ritual keagamaan tertentu, seperti pembacaan syahadat, basmalah, dan sholawat, serta pemberian uang Rp100 ribu sebagai mahar.

Dengan cara itu, pelaku diduga membuat korban percaya bahwa hubungan mereka sudah sah sebagai suami istri, sehingga ia memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.

Keluarga Ungkap Peristiwa Sebenarnya

Kasus ini terbongkar ketika korban pulang saat masa liburan.

Pelaku mengirim pesan WhatsApp yang kemudian memicu kecurigaan ibu korban.

Setelah keluarga menanyakan secara mendalam, korban akhirnya menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya.

Keluarga lalu melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Polisi Amankan Barang Bukti dan Periksa Saksi

Penyidik mengamankan tiga unit handphone, pakaian korban, satu lembar ijazah, dan satu flashdisk sebagai barang bukti.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan seorang ahli untuk memperkuat proses penyidikan.

Polisi menjerat IAJ dengan Pasal 6 huruf C Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Pasal 418 ayat (2) huruf B KUHP dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Aturan tersebut mengatur penyalahgunaan kepercayaan atau kedudukan untuk melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penahanan dan Pendampingan Korban

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M. Faizal Wildan U.R. bersama Kanit PPA Ipda Angga Dwi S. menahan tersangka sejak 11 Mei 2026.

Sebelum penahanan, penyidik memeriksa kondisi kesehatan tersangka dan berkoordinasi dengan kejaksaan.

Polisi juga menggandeng DP3AP2KB dan Dinas Sosial Kabupaten Jepara untuk mendampingi korban serta memberikan layanan pemulihan psikologis.

Kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan relasi kuasa di lingkungan pendidikan keagamaan.

Masyarakat berharap aparat menuntaskan proses hukum secara transparan dan memberikan perlindungan penuh kepada korban. (Aries P)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polrestabes Semarang Sigap Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Brebes Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim, Perkuat Harapan dan Masa Depan Generasi Muda

12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Jawa Tengah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

Warga Banjaranyar Kepung Kantor Desa, Tuntut Kades Dicopot dari Jabatan

11 Mei 2026 - 23:20 WIB

UMKM Perkuat Investasi Jawa Tengah, Sektor Mikro Sumbang Lebih dari Rp22 Triliun

11 Mei 2026 - 20:25 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis