DEMAK, Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi pengungsian warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul di Kabupaten Demak, Sabtu (4/4/2026).
Gubernur mengunjungi Aula Kecamatan Guntur yang menampung para korban pengungsian banjir Demak.
Ahmad Luthfi hadir bersama Bupati Demak Eisti’anah, Dandim 0716/Demak Letkol Arm Dony Romansyah, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Ia berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka di lapangan.
Fokus Penanganan Kebutuhan Mendesak
Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Ia menekankan distribusi logistik harus berjalan merata, mulai dari makanan hingga perlengkapan harian.
Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan alat tulis dan kebutuhan sekolah bagi anak-anak terdampak.
Petugas mempercepat pendataan petani yang mengalami gagal panen sebagai dasar pengajuan asuransi pertanian.
Di sektor kesehatan, tim medis memberikan layanan secara langsung kepada warga.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoperasikan mobil Speling untuk menjangkau pengungsi di berbagai titik, termasuk wilayah yang sulit dijangkau.
Dorong Solusi Jangka Panjang
Ahmad Luthfi tidak hanya fokus pada penanganan darurat.
Ia mendorong percepatan normalisasi Sungai Tuntang sebagai langkah utama untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Normalisasi sungai harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Penanganan Harus Terpadu
Ahmad Luthfi menegaskan seluruh pihak harus bekerja secara terpadu dalam menangani bencana ini.
Ia mengajak pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga kementerian terkait untuk memperkuat koordinasi.
Ia juga meminta semua pihak fokus membantu masyarakat terdampak tanpa saling menyalahkan.
Petugas harus mendata seluruh warga secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran.
“Bencana ini menjadi tanggung jawab bersama. Semua pihak harus saling mengisi sesuai peran masing-masing demi mempercepat penanganan banjir,” pungkasnya. (di)






