BREBES | Kabarjateng.id – Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan nilai-nilai keagamaan.
Hal itu terlihat dalam rangkaian GBF Bersholawat yang digelar di Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Kamis (10/11/2026).
Kegiatan tersebut diisi lantunan sholawat, musik religi, serta santunan bagi 458 anak yatim-piatu dari wilayah Brebes Selatan.
Santunan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim-piatu yang berdomisili di sekitar Lapangan Asri, Desa Dukuhturi.
Ribuan masyarakat turut hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut.
Suasana semakin semarak pada malam hari dengan penampilan Terbang Genjring Jawa Al Fatih dari Taraban, Kecamatan Paguyangan, serta Grup Hadroh IPNU-Ansor Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong.
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH., MH, mengatakan santunan tersebut merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan GBF sekaligus bentuk kepedulian terhadap anak yatim-piatu.
Menurut Edi, kepedulian terhadap anak yatim-piatu tidak sebatas memberikan bantuan, tetapi juga merupakan tanggung jawab sosial untuk memastikan mereka memperoleh perhatian, dukungan, dan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan.
“Anak yatim-piatu juga merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari semua pihak. Kita ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat, berakhlak, berilmu, dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Edi.
Ia juga berpesan agar anak-anak yatim-piatu tetap optimistis dan tidak berhenti mengejar cita-cita.
“Jangan takut dan jangan merasa sendiri. Kejar dan raih cita-cita setinggi langit. Terus belajar, hormati guru, dan yakinlah bahwa kalian adalah anak-anak hebat,” katanya.
Edi mengapresiasi dukungan para donatur, sponsor, panitia, dan masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan santunan serta seluruh rangkaian GBF 2026.
Selain aspek sosial dan keagamaan, GBF 2026 juga dinilai memiliki potensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Brebes, Indra Kusuma, S.Sos, mengatakan perhelatan berskala besar seperti GBF dapat menciptakan pergerakan ekonomi melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan peluang pemasaran produk lokal.
“Pagelaran GBF 2026 memiliki dampak positif bagi para pelaku usaha, terutama UKM. Ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, tentu terjadi pergerakan ekonomi yang memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka,” ujar Indra.
Ia mendorong pelaku UKM memanfaatkan berbagai kegiatan masyarakat sebagai ruang untuk memperluas pasar, membangun jaringan, serta meningkatkan daya saing produk.
Menurutnya, kualitas produk, kemasan, pelayanan, dan strategi pemasaran perlu terus ditingkatkan agar pelaku UKM mampu menangkap peluang dari setiap kegiatan yang menghadirkan kerumunan masyarakat.
Indra berharap sinergi antara penyelenggara, pemerintah, dunia usaha, Kadin, dan pelaku UKM terus diperkuat sehingga kegiatan seperti GBF dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan memadukan kepedulian sosial, syiar keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi, GBF 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Brebes Selatan. (wb)






