BATANG | Kabarjateng.id – Akses jalan yang menghubungkan Desa Toso dengan Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kini resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.
Infrastruktur tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan program TMMD Sengkuyung Tahap III yang berlangsung selama 30 hari.
Peresmian jalan dilaksanakan pada Kamis (13/8/2026) oleh Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan bersama Wakil Bupati Batang Suyono.
Kehadiran jalan baru ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan dasar.
Dalam pelaksanaan TMMD, personel TNI dan Polri berkolaborasi dengan masyarakat membangun jalan sepanjang 560 meter.
Jalan tersebut memiliki lebar tiga meter dengan ketebalan beton mencapai 12 sentimeter.
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kerja sama antara aparat dan masyarakat.
Menurutnya, jalan tersebut sangat penting bagi warga yang sebagian besar menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, warga kini dapat menuju lahan pertanian maupun perkebunan dengan lebih mudah.
Pengangkutan hasil panen juga menjadi lebih lancar sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.
“Jalan yang sebelumnya berbatu dan sulit dilalui kini sudah lebih nyaman digunakan. Ini tentu memberikan manfaat besar bagi warga,” ujarnya.
Wakil Bupati Batang Suyono turut menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan tersebut.
Ia menilai keberadaan akses Toso-Kluwih akan memperpendek waktu tempuh masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Selain mendukung perekonomian, jalan itu juga memberikan kemudahan bagi pelajar menuju sekolah serta masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
Suyono menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung kolaborasi bersama TNI dalam pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh personel TNI dan Polri serta masyarakat yang telah bergotong royong. Infrastruktur ini diharapkan semakin membuka akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan sehingga kesejahteraan warga ikut meningkat,” katanya.
Ia juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam kegiatan TMMD.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi generasi Z untuk memahami semangat gotong royong, pengabdian dan pembangunan di tingkat desa.
Sementara itu, Raumi, warga Desa Toso, mengaku senang dengan kondisi jalan yang kini jauh lebih baik.
Sebelum diperbaiki, jalur menuju Kluwih masih tidak rata dan membutuhkan waktu perjalanan lebih dari 30 menit.
Kini, perjalanan warga menjadi lebih singkat dan nyaman karena permukaan jalan telah diperkuat dengan beton.
“Kami sangat terbantu dengan adanya jalan ini.
Sekarang lebih mudah dan cepat kalau menuju Kluwih. Terima kasih kepada bapak-bapak tentara dan semua pihak yang sudah membantu membangun jalan desa kami,” ungkapnya. (di)






