BATANG, Kabarjateng.id – Sebanyak 35 kepala daerah se-Jawa Tengah menyatakan komitmen mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026 di Pantai Jodo, Desa Kalirejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Aksi yang bertepatan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional itu menjadikan Batang sebagai pusat kegiatan.
Seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti gerakan ini secara serentak.
Para kepala daerah berdialog langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin melalui sambungan daring untuk melaporkan aksi nyata di wilayah masing-masing.
Dialog Interaktif dan Aksi Nyata di Daerah
Wakil Gubernur Taj Yasin mengawali dialog dengan menyapa Kabupaten Brebes.
Pemerintah Brebes menggelar aksi bersih di sepanjang jalur pantura dan berhasil mengangkut 4–5 ton sampah.
“Semangat terus dan jadikan momentum ini sebagai kebiasaan bersih-bersih,” ujar Gus Yasin dari Batang.
Kabupaten Demak, Blora, Kudus, dan Pemalang juga menunjukkan komitmen dengan mengerahkan jajaran perangkat daerah dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kudus mewajibkan setiap kantor membuat lubang biopori sesuai edaran gubernur.
Ia juga menginstruksikan seluruh ASN memilah sampah dari lingkungan masing-masing.
Inovasi Penanganan Sampah dan Sungai
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai Lingkungan) yang fokus menjaga kebersihan sungai.
Ia menilai sampah sering memicu banjir di Kota Semarang.
Namun, ia mengakui keterbatasan alat berat masih menjadi kendala dalam menangani volume sampah yang besar.
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengajak daerah pesisir memasang kubus apung sebagai penyekat sampah di perairan.
Petugas kemudian mengangkat sampah yang terkumpul setiap hari agar laut tetap bersih.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menampilkan keberhasilan Desa Ketitang yang menerapkan konsep zero waste dan program Gestapu (Gerakan Satu Menit Menyapu) hingga meraih penghargaan nasional.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memimpin langsung aksi bersih di Pantai Indah Kemangi, Jungsemi.
Ia sekaligus berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi terkait pengelolaan sampah.
Penguatan Program Lingkungan dan Investasi
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menggerakkan penggunaan 1.000 kantong guna ulang untuk mengumpulkan sampah.
Ia juga menebar bibit ikan tawes di perairan umum serta membangun sumur teba untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.
Melalui gerakan “Jaga Tirta”, Pemkot Salatiga menjaga kebersihan sungai dan mempercantik kota dengan program angrekisasi di berbagai sudut kota.
Gubernur Ahmad Luthfi memberi perhatian khusus kepada Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani terkait rencana pengelolaan sampah melalui PLTSa Putri Cempo di Solo.
Ia meminta pemerintah daerah segera menyusun rencana aksi karena investor dari Dubai menunjukkan minat mengelola sampah di wilayah Soloraya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengusulkan penanaman mangrove di Pantai Logending.
Ahmad Luthfi langsung mendorong pelaksanaan aksi tanam mangrove terpusat di Kebumen.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyampaikan kebanggaannya karena Pantai Jodo menjadi titik awal Gerakan Jawa Tengah ASRI.
Dengan garis pantai sepanjang 38,5 kilometer, Batang siap memperkuat komitmen menjaga kebersihan wilayah pesisir bersama daerah lain.
Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menyimak seluruh paparan kepala daerah hingga tuntas.
Keduanya mengapresiasi antusiasme dan komitmen nyata 35 kabupaten/kota dalam mewujudkan Jawa Tengah yang aman, sehat, rapi, dan indah. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.