Menu

Mode Gelap
 

Headline · 1 Sep 2025 19:21 WIB

Pemuda Lintas Iman Jawa Tengah Deklarasikan Seruan Damai untuk Indonesia


					Pemuda Lintas Iman Jawa Tengah Deklarasikan Seruan Damai untuk Indonesia Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Organisasi Kepemudaan (OKP) Lintas Iman Jawa Tengah menyampaikan pernyataan sikap yang berisi pesan kedamaian bagi Indonesia.

Deklarasi ini dilakukan setelah doa lintas agama di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu (31/8/2025) malam, sebagai respons terhadap dinamika sosial dan politik yang berkembang baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam naskah pernyataan sikap, OKP Lintas Iman menegaskan enam poin utama:

1. Turut Berduka Cita
Mereka menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa yang terjadi belakangan ini. Doa dipanjatkan agar keluarga korban diberi kekuatan, sementara para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

2. Menyerukan Ketenangan dan Kebijaksanaan
Masyarakat Jawa Tengah, khususnya pemuda lintas iman, diminta tetap tenang, tidak terprovokasi, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar, terutama di media sosial.

3. Menghindari Adu Domba
Pernyataan itu menegaskan kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya memecah belah antaragama, antarsuku, maupun antargolongan. Perbedaan dianggap wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai dimanfaatkan untuk merusak persatuan.

4. Menolak Kekerasan dan Anarkisme
OKP Lintas Iman menolak tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, serta aksi kekerasan. Mereka menekankan bahwa kebebasan berpendapat harus dilakukan dengan cara damai dan bermartabat.

5. Mendorong Pemimpin dan Aparat Bertindak Bijaksana
Para pemimpin diminta mendengar aspirasi rakyat dengan hati yang tulus, serta aparat diimbau mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan dialog dalam menghadapi situasi yang berkembang.

6. Memperkuat Persatuan dan Solidaritas
Seluruh pemuda lintas iman di Jawa Tengah diajak memperkokoh semangat persaudaraan, toleransi, dan kerja sama demi menjaga kerukunan dalam bingkai NKRI.

Pernyataan itu juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran negara yang benar-benar mengayomi.

Sebelum deklarasi, doa bersama lintas agama terlebih dahulu digelar. Acara ini dihadiri berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, FKUB, Forkopimda Jawa Tengah, serta Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, dan Sekda Sumarno.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Muchammad Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbol, melainkan wujud nyata komitmen menjaga persatuan.
“Sebagai kader pemuda, kami yakin menjaga keutuhan bangsa adalah bagian dari ibadah. Karena itu, persaudaraan lintas iman harus terus diperkuat demi persatuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (ris)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tim Itwasum Polri Perkuat Pengawasan Internal di Polda Jateng

28 April 2026 - 22:38 WIB

Jateng Perkuat Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Wisata Religi Dunia

28 April 2026 - 22:27 WIB

Jelang May Day 2026, Ahmad Luthfi Dorong Buruh Rayakan Secara Positif demi Jaga Investasi

28 April 2026 - 21:59 WIB

31 Buruh Boyolali Siap Berangkat ke Jakarta untuk May Day 2026, Polisi Siagakan Pengamanan

28 April 2026 - 21:33 WIB

Ironi Togel Putihan Dekat Polsek Subah Bebas Tak Tersentuh, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

28 April 2026 - 21:19 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kawal Kunjungan Presiden Prabowo ke TPST Banyumas

28 April 2026 - 18:58 WIB

Trending di Daerah