Menu

Mode Gelap
 

Headline · 26 Mar 2025 08:10 WIB

Pemkot Semarang Gelar Mudik dan Balik Gratis untuk Warga Perantauan


					Pemkot Semarang Gelar Mudik dan Balik Gratis untuk Warga Perantauan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menghadirkan program mudik dan balik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta dalam rangka perayaan Lebaran 2025.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Untuk tahun ini, Pemkot Semarang menyediakan tujuh bus guna melayani arus mudik dan balik.

Secara simbolis, Wali Kota Semarang, Agustina, melepas keberangkatan bus tersebut dari Balai Kota Semarang pada Selasa (25/3).

Bus-bus ini akan menuju Jakarta untuk menjemput para pemudik yang ingin kembali ke Semarang.

Agustina menegaskan bahwa momen Lebaran memiliki nilai penting bagi masyarakat, terutama bagi warga Semarang yang ingin berkumpul bersama keluarga.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan mereka dapat merayakan Idulfitri tanpa terbebani biaya perjalanan.

“Kami ingin memastikan warga bisa kembali ke Semarang dengan selamat dan tanpa biaya. Perjalanan jauh menggunakan sepeda motor memiliki risiko tinggi, baik karena kemacetan maupun potensi kecelakaan. Dengan adanya program ini, diharapkan perjalanan mudik lebih aman dan nyaman,” ujar Agustina.

Selain menyediakan transportasi gratis, Pemkot Semarang juga menyiapkan makanan bagi para pemudik.

Bagi yang tidak menjalankan puasa, makanan akan dibagikan selama perjalanan, sementara bagi yang berpuasa, makanan akan diberikan untuk berbuka dan sahur.

Pendanaan program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui alokasi Dinas Perhubungan Kota Semarang.

Agustina menambahkan bahwa program ini juga ditujukan untuk membantu warga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Program ini kami rancang untuk membantu warga yang memiliki keterbatasan biaya agar tetap bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga. Selain itu, dengan berkurangnya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, risiko kecelakaan di jalan juga dapat ditekan,” jelasnya.

Sasaran utama program ini adalah pekerja sektor informal, seperti buruh pabrik, pedagang kaki lima, pekerja rumah tangga, serta pengemudi ojek.

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan para pemudik bisa menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan bebas biaya. (day)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kirab Budaya Haul KH Sholeh Darat 2026 Hidupkan Wisata Religi dan Sejarah di Semarang

18 April 2026 - 18:45 WIB

Polda Jateng Bongkar Peredaran Obat Terlarang di Pekalongan, Satu Pelaku Ditangkap

18 April 2026 - 17:37 WIB

Gagal Salip dari Kiri, Pelajar 17 Tahun Asal Boyolali Meninggal dalam Kecelakaan di Tengaran

18 April 2026 - 17:25 WIB

JQHNU Jateng Tetap Bergerak Meski Kongres PBNU Batal

18 April 2026 - 17:03 WIB

Gus Labib Tekankan Peran JQHNU: Bangun Jejaring dan Perkuat Solidaritas Huffazh

18 April 2026 - 16:48 WIB

KPK Gandeng Pemkab Pati Perkuat Sistem, Tekan Celah Korupsi dari Hulu ke Hilir

18 April 2026 - 13:04 WIB

Trending di Daerah