Menu

Mode Gelap
 

Headline

Kemenko Pangan Tinjau Edu Farm Ngaliyan, Semarang Jadi Model Ketahanan Pangan Perkotaan

badge-check


					Kemenko Pangan Tinjau Edu Farm Ngaliyan, Semarang Jadi Model Ketahanan Pangan Perkotaan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Kota Semarang menjadi daerah pertama yang dikunjungi tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan sejak lembaga tersebut resmi dibentuk di bawah kepemimpinan Menko Pangan, Zulhas. Kunjungan lapangan berlangsung pada Kamis (25/9) siang dan dipusatkan di Kecamatan Ngaliyan.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menjalankan visi Presiden Prabowo mengenai swasembada pangan. Pemilihan Semarang sebagai lokasi perdana bukan tanpa alasan.

Kota ini memiliki karakter geografis yang khas, yakni berada di garis tropis dengan suhu relatif tinggi, namun tetap menyimpan potensi besar dalam pengembangan pangan berbasis lahan terbatas, mulai dari lingkungan perkantoran hingga kawasan permukiman.

Urban Farming Jadi Sorotan

Tami, Staf Asisten Deputi Produksi Pangan dan Perubahan Iklim Kemenko Pangan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung praktik ketahanan pangan di perkotaan.

“Ini adalah kunjungan pertama Kemenko Pangan. Kami ingin melihat bagaimana ketahanan pangan kota dijalankan, sehingga kebijakan makro yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan, termasuk faktor iklim dan potensi wilayah. Tema yang kami bawa adalah tata kelola daerah untuk mendukung adaptasi perubahan iklim,” terang Tami.

Ia menilai Kecamatan Ngaliyan telah memberikan contoh nyata lewat program Edu Farm, yang mampu menunjukkan bahwa pertanian kota bisa menjadi solusi menghadapi inflasi pangan serta menjaga stabilitas harga.

“Upaya di Ngaliyan patut diapresiasi. Urban farming bukan hanya membantu ketersediaan pangan, tetapi juga bagian dari adaptasi iklim yang bisa ditiru masyarakat luas,” tambahnya.

Edu Farm Park sebagai Wujud Komitmen

Camat Ngaliyan, Moeljanto, mengungkapkan bahwa keberadaan Edu Farm Park menjadi simbol keseriusan masyarakat dalam mendukung kemandirian pangan.

“Harapan kami, Edu Farm Park bisa memotivasi warga agar memanfaatkan lahan yang ada. Dengan begitu, ketahanan pangan tetap terjaga, harga kebutuhan pokok lebih stabil, dan inflasi bisa terkendali. Pada akhirnya, kesejahteraan warga juga meningkat,” jelasnya.

Moeljanto menekankan bahwa keterbatasan lahan di kota besar seperti Semarang tidak boleh menjadi penghalang.

Melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern, masyarakat tetap bisa menghasilkan produk pangan meskipun dengan lahan sempit.

Inspirasi Bagi Kota Lain

Kehadiran Kemenko Pangan di Semarang memberi pesan kuat bahwa konsep urban farming kini dianggap sebagai strategi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Edu Farm Park Ngaliyan pun diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

PGI Kota Semarang Bangun Sinergi dengan Pemkot Jelang Turnamen dan Pelantikan Kepengurusan Baru

13 Juni 2026 - 13:15 WIB

Delapan Pasar Tradisional di Semarang Masuk Evaluasi Revitalisasi 2027

13 Juni 2026 - 13:15 WIB

Kapolda Jateng Cup E-Sport 2026 Jadi Wadah Generasi Muda Kembangkan Prestasi di Era Digital

13 Juni 2026 - 11:29 WIB

Polres Kudus Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026, Warga Nikmati Pertandingan Gratis Bersama Polisi

13 Juni 2026 - 11:21 WIB

SPPG Diminta Serap Hasil Peternak Lokal, Pemprov Jateng Perkuat Rantai Pasok MBG

13 Juni 2026 - 06:54 WIB

Satresnarkoba Polres Jepara Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Keling, Dua Pria Diamankan

12 Juni 2026 - 17:44 WIB

Trending di KABAR JATENG