SEMARANG | kabarjateng.id – Sedikitnya delapan pasar tradisional di Kota Semarang masuk dalam daftar evaluasi revitalisasi tahun 2027 setelah aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tersebut terus menurun bahkan nyaris tidak berfungsi.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan evaluasi dilakukan bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar yang direncanakan masuk program penataan dan revitalisasi.
Menurutnya, pasar-pasar tersebut perlu mendapat perhatian serius karena banyak kios sudah tidak aktif dan tingkat kunjungan masyarakat terus menurun.
“Berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Perdagangan, ada delapan pasar yang perlu mendapat perhatian serius karena aktivitas perdagangannya terus menurun,” ujar Jokowi, sapaan akrabnya, Jumat (12/6).
Adapun pasar yang masuk daftar evaluasi meliputi Pasar Tanah Mas, Pasar Gedawang, Pasar Banjardowo, Pasar Mateseh, Pasar Klitikan Waru, Pasar Udan Riris, Pasar Banyumanik, dan Pasar Surya Kusuma.
Dari hasil sidak, Komisi B DPRD Kota Semarang menemukan sejumlah kondisi pasar yang memprihatinkan. Salah satunya di Pasar Tanah Mas yang sebagian besar kiosnya sudah tidak digunakan untuk aktivitas perdagangan.
“Di Pasar Tanah Mas tinggal beberapa kios yang digunakan. Selebihnya kosong, bahkan ada yang menjadi tempat tidur dan penyimpanan rongsokan,” katanya.
Jokowi menegaskan revitalisasi pasar tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif terkait fungsi dan konsep pengembangan masing-masing pasar agar fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut pemerintah juga perlu mempertimbangkan potensi kawasan sekitar, termasuk kemungkinan pengembangan fungsi baru selain pasar tradisional.
“Kalau memang lebih cocok menjadi sentra kuliner atau fungsi ekonomi lainnya, itu bisa dipertimbangkan. Yang penting harus berdasarkan kajian sehingga setelah dibangun tidak kembali sepi,” tegasnya.
Selain meninjau pasar yang mengalami penurunan aktivitas, Komisi B juga melakukan sidak ke Pasar Sampangan yang dinilai masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun DPRD menemukan lantai atas pasar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Jokowi, fenomena lantai atas pasar yang kosong juga terjadi di sejumlah pasar tradisional lain di Kota Semarang.
Ia menambahkan perubahan pola belanja masyarakat serta menjamurnya pedagang kaki lima di luar pasar turut memengaruhi tingkat kunjungan ke pasar tradisional.
Karena itu, DPRD meminta Disdag Kota Semarang mulai menyiapkan kajian matang agar program revitalisasi pasar tahun 2027 dapat berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.(day)






