SEMARANG | kabarjateng.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat kolaborasi dengan kalangan mahasiswa melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Semarang, Kamis (30/7/2026).
Kesepakatan tersebut sekaligus menandai bergabungnya PMII sebagai bagian dari Sobat Bersinar BNNP Jawa Tengah, jaringan kemitraan yang berfokus pada upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNP Jawa Tengah itu diawali dengan audiensi antara Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama jajaran pejabat utama dengan Ketua PMII Cabang Kota Semarang Muhammad Afiq Nur Cahaya beserta pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai tantangan penyalahgunaan narkoba yang masih mengancam masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Diskusi juga menyoroti pentingnya membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan kampus maupun masyarakat.
BNNP Jawa Tengah menjelaskan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi sasaran utama jaringan peredaran narkotika.
Karena itu, organisasi kemahasiswaan dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, meningkatkan literasi, serta menggerakkan kampanye sosial untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, BNNP Jawa Tengah dan PMII Cabang Kota Semarang menandatangani Perjanjian Kerja Sama yang mencakup berbagai program, seperti penyuluhan bahaya narkoba, pelatihan kader penggiat anti narkoba, kampanye hidup sehat tanpa narkotika, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran informasi, hingga pelaksanaan kegiatan bersama yang mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran publik.
Ia mengapresiasi komitmen PMII Cabang Kota Semarang yang bersedia menjadi mitra strategis BNNP dalam mengembangkan berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Agus Rohmat berharap kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga menyambut resmi bergabungnya PMII sebagai bagian dari Sobat Bersinar BNNP Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Kota Semarang Muhammad Afiq Nur Cahaya menyampaikan bahwa pihaknya siap mengambil peran aktif dalam mendukung program P4GN.
Ia menilai ancaman narkoba merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh elemen bangsa perlu terlibat dalam upaya pencegahannya.
Melalui kerja sama tersebut, PMII akan menggerakkan kader-kadernya untuk menyebarluaskan edukasi anti narkoba, meningkatkan kesadaran mahasiswa, serta menghadirkan berbagai kegiatan positif guna memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap penyalahgunaan narkotika.
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Jawa Tengah, Jamaluddin Ma’ruf, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa langkah pencegahan merupakan strategi paling efektif dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap risiko penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan informasi mengenai layanan rehabilitasi bagi penyalahguna yang membutuhkan pertolongan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kerja sama ini, BNNP Jawa Tengah berharap sinergi dengan PMII Cabang Kota Semarang dapat melahirkan berbagai program inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran PMII sebagai Sobat Bersinar juga diharapkan memperluas jaringan edukasi anti narkoba di lingkungan kampus, komunitas, hingga masyarakat luas.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba) sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (dkp)






