Menu

Mode Gelap
 

Headline · 6 Agu 2025 06:51 WIB

Aliran Air Pembawa Harapan: Kasad Resmikan Sistem Irigasi Baru untuk Petani di Brebes


					Aliran Air Pembawa Harapan: Kasad Resmikan Sistem Irigasi Baru untuk Petani di Brebes Perbesar

BREBES, Kabarjateng.id – Harapan para petani di lahan tadah hujan kini mulai tumbuh seiring mengalirnya air ke sawah-sawah mereka. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan fasilitas pengairan dan pipanisasi untuk pertanian di Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa (5/8/2025).

Peresmian ini merupakan bagian dari program TNI AD Manunggal Air, yang bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan sumber daya air.

Fasilitas irigasi yang dibangun mencakup jaringan pipa sepanjang delapan kilometer, mengalirkan air dari sumber mata air Cigumawang ke embung penampungan, lalu dialirkan ke lahan-lahan pertanian di tiga desa: Desa Mayana (46 hektare), Legok (30 hektare), dan Bojongneros (60 hektare), menjangkau total 136 hektare sawah tadah hujan.

Dalam sambutannya, Jenderal Maruli menyoroti pentingnya ketersediaan air sebagai faktor kunci dalam pertanian modern, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia berharap infrastruktur ini dapat mendukung transformasi pola tanam petani dari satu musim panen menjadi dua hingga tiga musim per tahun.

“Air adalah kunci. Dengan adanya pengairan ini, semoga para petani tidak hanya mengandalkan musim hujan. Kita ingin dorong agar sawah-sawah tadah hujan di Jawa Tengah segera mendapat solusi jangka panjang. Semakin banyak air yang bisa dialirkan, semakin tinggi pula produktivitas pertanian kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasad menyampaikan bahwa program Manunggal Air tidak hanya menyediakan air bersih untuk konsumsi dan sanitasi, namun juga difokuskan pada pengairan pertanian guna mendukung kemandirian pangan.

Program ini diyakini dapat membantu menekan angka kemiskinan, mencegah stunting, serta mengubah pola pikir dan budaya bertani masyarakat.

Berdasarkan data TNI AD, program Manunggal Air telah menciptakan lebih dari 4.500 titik sumber air di seluruh Indonesia, memberikan manfaat langsung kepada sekitar 502.714 Kepala Keluarga atau lebih dari 1,5 juta jiwa, serta mengairi lebih dari 53 ribu hektare lahan pertanian.

Khusus di Jawa Tengah, sebanyak 389 titik air telah dibangun, dengan 47 di antaranya digunakan untuk pertanian, menjangkau sekitar 3.400 hektare lahan.

Acara peresmian juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, perwakilan Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian, serta warga yang antusias menyambut inisiatif ini.

Selain itu, TNI AD juga menyalurkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Langkah strategis ini menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan, tetapi juga aktif dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan dasar yang mereka hadapi sehari-hari. (di)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

HUT Ke-43 RSUD dr. Soebarkat Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Daya Saing

5 Mei 2026 - 15:23 WIB

Edarkan Psikotropika, Warga Ringinarum Kendal Diciduk Polisi

5 Mei 2026 - 10:47 WIB

Antisipasi Kemarau 2026, Pemprov Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

5 Mei 2026 - 08:11 WIB

Percepat Program Prioritas, Pemprov Jateng Evaluasi Kinerja APBD Triwulan I 2026

5 Mei 2026 - 06:55 WIB

HUT BKOW Jateng, Nawal Yasin Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

5 Mei 2026 - 06:43 WIB

Rem Diduga Blong, Truk Bermuatan Tepung Picu Karambol di Turunan Exit Tol Bawen

5 Mei 2026 - 06:28 WIB

Trending di Daerah