SEMARANG, Kabarjateng.id – Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental perempuan, terutama dalam peran mereka sebagai ibu, pendamping keluarga, hingga kepala rumah tangga.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 BKOW Jateng di Wisma Perdamaian, Minggu (3/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Nawal mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga.”
Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, khususnya bagi perempuan yang memikul banyak tanggung jawab dalam keluarga.
Menurut Nawal, semakin banyak perempuan menjalani peran sebagai orang tua tunggal.
Mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga mengurus pendidikan serta tumbuh kembang anak-anak.
Kondisi itu sering memicu tekanan psikologis yang cukup berat. Karena itu, BKOW terus menghadirkan program-program yang mampu memperkuat ketahanan perempuan, baik secara ekonomi maupun mental.
BKOW Siapkan Program Pendampingan Perempuan
BKOW Jawa Tengah telah menjalankan sejumlah program seperti Destara atau Desa Sejahtera dan Sekolah Perempuan Kartini.
Selain itu, pada September mendatang, pihaknya juga berencana menggelar rembuk perempuan pesisir.
Melalui forum tersebut, BKOW ingin membuka ruang dialog bersama perempuan di wilayah pesisir untuk menggali berbagai persoalan yang mereka hadapi, sekaligus mencari solusi bersama para pemangku kebijakan.
“Kami ingin duduk bersama, mengidentifikasi kebutuhan perempuan, lalu merumuskan langkah nyata bersama stakeholder agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Nawal.
Posyandu Jadi Garda Layanan Kesehatan Mental
Dalam sambutannya, Nawal juga menyinggung meningkatnya kasus bunuh diri dan perceraian di Jawa Tengah.
Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk lebih serius menangani persoalan kesehatan mental masyarakat.
Sebagai langkah konkret, BKOW mendorong Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan mental di tingkat desa dan kelurahan.
Jawa Tengah saat ini memiliki 49.149 posyandu yang tersebar di berbagai wilayah.
Nawal menilai jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas akses layanan konseling kejiwaan bagi masyarakat.
Meski secara nasional Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) belum memasukkan layanan kesehatan mental, Jawa Tengah sudah memulai langkah tersebut.
Salah satunya di Surakarta yang telah membuka ruang konseling kesehatan mental melalui kerja sama dengan rumah sakit setempat.
Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal berharap layanan kesehatan mental dapat menjadi bagian tetap dalam sistem Posyandu 6 SPM.
Era Digital Picu Burnout Generasi Muda
Nawal menambahkan, tekanan ekonomi, masalah rumah tangga, hingga paparan berlebihan dari media sosial menjadi faktor utama yang memicu stres, depresi, hingga burnout, terutama pada generasi muda.
Menurutnya, kehidupan serba cepat di era digital membuat ketahanan emosi generasi muda semakin rentan. Kondisi itu menjadi tantangan besar dalam menjaga ketahanan keluarga.
“Di era digital saat ini, semuanya serba cepat dan instan. Ketahanan emosi generasi muda menjadi lebih rentan terhadap burnout, kecemasan, bahkan depresi. Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan keluarga,” pungkasnya. (dkp)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.