Taj Yasin Dorong JMQH Perluas Pendampingan Hafizah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Terjaga

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Jam’iyyah Mudarasatil Quran Lil Hafizhat (JMQH) memperluas pendampingan terhadap para penghafal Al-Qur’an, terutama hafizah yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Menurutnya, menjaga hafalan Al-Qur’an membutuhkan konsistensi dan pembiasaan.

Karena itu, para hafizah perlu memiliki lingkungan yang mendukung agar hafalan yang telah diperoleh selama di pesantren tidak berkurang.

Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Rapat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), pembubaran panitia Khataman Qur’an bil Hifzhi, serta Silaturahmi Nasional III (Silanas III) JMQH di Gedung Grhadika Bakti Praja, Semarang, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan JMQH Pusat Nyai Hj Maftuhah Mannan Minan, pengurus pusat JMQH yang juga istri Wagub Jateng, Nawal Arafah Yasin, serta jajaran panitia Silanas III.

Taj Yasin menilai JMQH memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan hafalan para santriwati setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan sema’an dan murajaah secara rutin, para hafizah dapat saling menyimak, mengulang, sekaligus memperbaiki kualitas hafalan dan bacaan Al-Qur’an.

Baca Juga  Bandara Ahmad Yani Semarang Raih Penghargaan Wajib Pajak PBB Berprestasi 2026

“JMQH dibentuk untuk membina dan mendampingi para hafizah supaya tidak keteteran, supaya hafalannya tidak hilang, dan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia mengapresiasi perkembangan JMQH yang kini tidak hanya bergerak di tingkat daerah, tetapi juga telah menjangkau jaringan nasional hingga internasional.

Menurutnya, metode menghafal dan mengulang Al-Qur’an secara bersama-sama menjadi salah satu langkah efektif untuk mempertahankan hafalan sekaligus memastikan ketepatan pelafalan ayat.

Dalam kegiatan sema’an yang berlangsung dua hingga tiga hari, misalnya, anggota JMQH dapat saling menyimak hafalan mulai juz pertama hingga juz ke-30.

Proses tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi makharijul huruf dan penerapan ilmu tajwid.

Taj Yasin mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan hafalan hingga 30 juz bukanlah akhir dari proses belajar.

Justru setelah diwisuda, para hafizah menghadapi tantangan untuk mempertahankan hafalan agar tidak memudar karena jarang dibaca dan diulang.

Ia kemudian mengingatkan pesan dalam Surah Al-Furqan ayat 30 mengenai pengaduan Rasulullah SAW tentang umatnya yang meninggalkan Al-Qur’an.

Pesan tersebut, menurutnya, harus menjadi refleksi bahwa Al-Qur’an tidak cukup hanya dihafalkan.

Baca Juga  Bus PO Tunggal Dara Terbakar di Tol Bawen-Ungaran, Seluruh Penumpang Selamat

Umat Islam juga perlu membangun kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu, kegiatan JMQH harus terus dijaga. Kita ingin anggota yang sudah berada di rumah, setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, tetap memiliki kelompok semakan dan murajaah untuk melestarikan hafalan Al-Qur’annya,” katanya.

Komitmen membangun kedekatan dengan Al-Qur’an juga diterapkan di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Di lingkungan tersebut, pegawai mendapatkan kesempatan belajar membaca Al-Qur’an sebelum apel dan memulai pekerjaan.

Pegawai yang belum lancar membaca memperoleh pendampingan, sedangkan mereka yang sudah memiliki dasar pendidikan pesantren diarahkan memperkuat kemampuan melalui murajaah.

Taj Yasin menyebutkan, jumlah hafizah di Jawa Tengah yang telah menyelesaikan hafalan dan mengikuti wisuda pesantren mencapai sekitar 2.100 orang.

Sebagian dari mereka masih melanjutkan pendidikan di pesantren, menempuh kuliah, maupun telah kembali mengabdi di tengah masyarakat.

Pemprov Jateng juga memberikan perhatian terhadap pendidikan para santri penghafal Al-Qur’an melalui dukungan pembiayaan.

Program tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak santri yang memperoleh manfaat.

Baca Juga  Anggota DPRD Kota Semarang Soroti Aspal Baru Jalan Unta Raya Rusak Diterjang Alat Berat

Ia berharap JMQH memperluas jangkauan pembinaan hingga tingkat kabupaten/kota, bahkan kecamatan.

Dengan begitu, para hafizah di berbagai wilayah tetap mempunyai wadah untuk menjaga hafalan dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Ttitipan saya, JMQH harus terus berkembang dan semakin maju. Ingat, dasar organisasi ini adalah mendampingi para hafizah dan mudarosatil Qur’an. Ini merupakan amanah luar biasa dari guru-guru kita untuk menjaga Al-Qur’an,” tegasnya.

Sementara itu, Nawal Arafah Yasin yang juga menjadi bagian dari Pengurus Pusat JMQH menyampaikan penutupan kepanitiaan Silanas III yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada 17–18 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, kepanitiaan Silanas III secara resmi dinyatakan demisioner setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

Nawal berharap pertemuan nasional tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga semakin memperkuat kecintaan para anggota terhadap Al-Qur’an.

“Semoga Silanas ini senantiasa menghadirkan Al-Qur’an di dalam hati kita semua. Mudah-mudahan panjenengan selalu diberkahi Al-Qur’an dan mendapatkan syafaatnya,” ungkapnya. (dkp)

Berita Terkait

160 Atlet Ramaikan Kendal Downhill 2026, Pemkab Bidik Potensi Wisata Olahraga
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Zero Pelanggaran
Delapan Orang Diamankan Polisi dalam Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Undaan Kudus
Kodim 0733/Kota Semarang Berganti Komandan, Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto Gantikan Kolonel Inf Priyo Handoyo
Kodim Banyumas Tuntaskan Pembangunan Jalan, Ratusan Rumah Warga Jadi Sasaran Perbaikan
Kodim 0709/Kebumen Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Bedah Rumah Warga
Sekda Jateng Ajak Warga Bayar Pajak, Ada Cashback Rp50 Ribu Setiap Hari
Taj Yasin Dorong Penguatan Ekosistem Halal, Pariwisata Ramah Muslim Jateng Jadi Prioritas

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 12:57 WIB

160 Atlet Ramaikan Kendal Downhill 2026, Pemkab Bidik Potensi Wisata Olahraga

Minggu, 8 November 2026 - 12:36 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat, Tekankan Profesionalisme dan Zero Pelanggaran

Minggu, 8 November 2026 - 12:11 WIB

Delapan Orang Diamankan Polisi dalam Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Undaan Kudus

Minggu, 8 November 2026 - 11:31 WIB

Kodim 0733/Kota Semarang Berganti Komandan, Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto Gantikan Kolonel Inf Priyo Handoyo

Minggu, 8 November 2026 - 10:08 WIB

Kodim Banyumas Tuntaskan Pembangunan Jalan, Ratusan Rumah Warga Jadi Sasaran Perbaikan

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Sekda Jateng Ajak Warga Bayar Pajak, Ada Cashback Rp50 Ribu Setiap Hari

Minggu, 8 November 2026 - 09:37 WIB

Taj Yasin Dorong JMQH Perluas Pendampingan Hafizah agar Hafalan Al-Qur’an Tetap Terjaga

Minggu, 8 November 2026 - 01:29 WIB

Taj Yasin Dorong Penguatan Ekosistem Halal, Pariwisata Ramah Muslim Jateng Jadi Prioritas

Berita Terbaru