UNGARAN | Kabarjateng.id – Satlantas Polres Semarang mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.
Tak hanya menindak pelanggaran, polisi juga memberikan edukasi, membagikan helm, serta menghadiahkan cokelat dan bunga kepada pengguna jalan yang disiplin berlalu lintas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Traffic Light Alun-Alun Lama Ungaran, Kamis (29/10/2026). Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., turun langsung bersama Kasat Lantas AKP Bagus Satya Dhira, S.Tr.K., S.I.K., serta personel Satbinmas dan Satlantas.
Dalam kegiatan itu, petugas menyapa pengendara sekaligus mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan.
Perhatian khusus diberikan kepada pengendara sepeda motor yang membonceng penumpang tanpa mengenakan helm, termasuk anak-anak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, Kapolres membagikan helm kepada sejumlah pengendara.
Sementara itu, pengemudi mobil diingatkan agar selalu mengenakan sabuk keselamatan atau safety belt saat berkendara.
Pendekatan persuasif juga dilakukan dengan memberikan hadiah berupa cokelat dan bunga kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang telah mematuhi aturan lalu lintas.
Apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mempertahankan kebiasaan berkendara yang aman dan tertib.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan, keselamatan di jalan raya harus dibangun melalui kesadaran bersama, bukan sekadar kepatuhan karena takut terhadap sanksi.
“Operasi Patuh bukan hanya tentang penindakan. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan bersama. Karena itu, hari ini kami memberikan edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang sudah tertib,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penggunaan helm dan sabuk keselamatan.
Kedua perlengkapan tersebut berperan penting dalam mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dalam Operasi Patuh Candi 2026.
Edukasi secara langsung kepada masyarakat terus dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.
Menurutnya, hasil pemantauan selama operasi menunjukkan pelanggaran yang ditemukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun penindakan konvensional masih didominasi kendaraan roda dua.
Jenis pelanggaran yang ditemukan antara lain pengendara tidak memakai helm serta kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan teknis.
Pelanggaran itu meliputi penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong, tidak adanya spion, hingga penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan.
Adapun pada kendaraan roda empat, pelanggaran yang masih kerap ditemukan adalah pengemudi atau penumpang tidak menggunakan sabuk keselamatan.
AKP Bagus berharap, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap perilaku pengguna jalan, bukan hanya meningkatkan kepatuhan selama operasi berlangsung.
“Harapan kami, momentum Operasi Patuh Candi 2026 ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penindakan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tertib berlalu lintas harus menjadi kebiasaan dan budaya, sehingga angka kecelakaan maupun fatalitas dapat terus kita tekan,” tegasnya.
Satlantas Polres Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.
Kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kepedulian terhadap sesama pengguna jalan diharapkan dapat menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang kondusif di Kabupaten Semarang.
Editor: Mualim






