Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Jumlah perkawinan anak di Jawa Tengah terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Data Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah mencatat, angka perkawinan anak berusia di bawah 19 tahun turun dari 13.595 pada 2021 menjadi 6.383 pada 2025.

Penurunan sekitar 53 persen tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya perlindungan anak.

Meski demikian, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah dan terus memperkuat langkah pencegahan.

Menurut Nawal, capaian tersebut perlu dijaga melalui kerja sama lintas sektor.

Pemerintah, lembaga layanan, institusi pendidikan, hingga organisasi masyarakat diminta menyatukan langkah untuk menekan angka perkawinan anak.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Pandu Cinta (Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (27/10/2026).

“Sehingga kita butuh gerakan bersama, kolaborasi, kita membahas apa saja celah-celah yang bisa kita lakukan untuk menutup pernikahan anak-anak ini,” kata Nawal.

Baca Juga  HSN 2026, SMK Muhammadiyah Bumiayu Dorong Siswa Unggul dalam Akhlak dan Kompetensi

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Jateng, jumlah anak yang menikah sebelum berusia 19 tahun tercatat sebanyak 13.595 pada 2021.

Angka itu berkurang menjadi 11.686 pada 2022, kemudian 10.531 pada 2023, dan 7.903 pada 2024. Pada 2025, jumlahnya kembali turun menjadi 6.383 anak.

Nawal menegaskan, penurunan tersebut harus diikuti dengan penguatan program yang menyentuh akar persoalan.

Kolaborasi perlu melibatkan Dinas Perempuan dan Anak, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Pengadilan Tinggi Agama, serta berbagai organisasi masyarakat.

Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam memperkuat sinergi untuk menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.

Nawal menjelaskan, perkawinan anak tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Tradisi, norma sosial, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak, keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya akses pendidikan, hingga tekanan lingkungan turut memengaruhi munculnya praktik tersebut.

Baca Juga  Atlet Selam Jepara Meninggal saat Porprov Jateng, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam

Di sejumlah lingkungan masyarakat, perkawinan terkadang dipandang sebagai jalan keluar untuk mengatasi kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak.

Padahal, persoalan tersebut perlu dihadapi melalui pendidikan, komunikasi keluarga, dan pendampingan yang tepat.

Selain edukasi, penguatan kondisi ekonomi keluarga juga dinilai penting.

Menurut Nawal, keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi lebih baik diharapkan mampu memberikan perlindungan dan kesempatan bagi anak untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan diri.

“Kita bisa menghadirkan upaya-upaya untuk dia memiliki ketahanan keluarga, ketahanan ekonomi dengan program-program pendampingan. Maka ini yang harus cepat kita lakukan,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa perkawinan pada usia anak berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.

Risiko tersebut mencakup terganggunya tumbuh kembang, terhentinya pendidikan, persoalan kesehatan, hambatan dalam kehidupan sosial, hingga kerentanan terhadap kekerasan.

Karena itu, menurut Nawal, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan kampanye atau program yang dijalankan masing-masing instansi.

Baca Juga  Pimpin PKB Kota Semarang Periode 2026–2031, Ma’ruf Bidik 10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Diperlukan koordinasi yang kuat agar berbagai upaya dapat saling melengkapi dan menjangkau anak maupun keluarga yang membutuhkan pendampingan.

“Kita perlu duduk bersama. Tidak kemudian kita bekerja sendiri-sendiri hanya memikirkan program kita sendiri. Tetapi bagaimana caranya situasi untuk golnya itu, kita harus melakukan gerakan-gerakan bersama,” ujarnya.

Melalui program Pandu Cinta, Nawal mendorong terbentuknya layanan terpadu yang menghubungkan berbagai lembaga dalam upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak.

Sistem tersebut diharapkan mampu memperjelas mekanisme koordinasi serta rujukan ketika anak menghadapi persoalan atau berada dalam kondisi rentan.

Dengan keterpaduan layanan, upaya edukasi dan pencegahan diharapkan dapat terhubung langsung dengan pendampingan maupun penanganan sesuai kebutuhan.

Sinergi lintas sektor pun menjadi kunci agar penurunan angka perkawinan anak di Jawa Tengah dapat terus berlanjut dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi generasi muda. (dkp)

Berita Terkait

Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Satlantas Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar
Kapolres Semarang Serap Aspirasi Lurah dan Kades se-Ungaran Barat, Knalpot Brong hingga Bullying Jadi Sorotan
Tak Maju Lagi sebagai Ketua PCNU Kota Semarang, Anasom Disebut Masuk Bursa Rais Syuriah
KAI Daop 4 Semarang Tata Sembilan Perlintasan Kereta, Target Operasi Akhir 2026
Taj Yasin Luncurkan Gerakan SOPAN, Ajak Warga Jateng Bangun Sumur Resapan di Setiap Rumah
Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari
Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026
Pangdam IV/Diponegoro Ikuti Evaluasi KDKMP dan Bahas Rekrutmen Prajurit TNI AD 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Sumpah Pemuda Jadi Momentum, Satlantas Polres Semarang Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Kapolres Semarang Serap Aspirasi Lurah dan Kades se-Ungaran Barat, Knalpot Brong hingga Bullying Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Tak Maju Lagi sebagai Ketua PCNU Kota Semarang, Anasom Disebut Masuk Bursa Rais Syuriah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:12 WIB

KAI Daop 4 Semarang Tata Sembilan Perlintasan Kereta, Target Operasi Akhir 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:38 WIB

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Taj Yasin Luncurkan Gerakan SOPAN, Ajak Warga Jateng Bangun Sumur Resapan di Setiap Rumah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Digelar, Polres Grobogan Siap Tindak Pelanggar Fatal Selama 14 Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Ahmad Luthfi Raih Mandaya Award 2026

Berita Terbaru