GROBOGAN | Kabarjateng.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi ikut mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan tanam padi serentak yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang terhubung secara virtual dengan agenda tanam padi serentak tingkat Jawa Tengah tersebut berlangsung di Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto hadir bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Wakid Mutowal dan jajaran penyuluh pertanian.
Turut hadir Kasi Binadik, Kasi Kamtib, lima petugas Lapas Purwodadi, serta enam warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan diawali dengan praktik penanaman padi menggunakan metode PM-AAS dengan bantuan alat Drum Seeder.
Para warga binaan diberikan kesempatan terlibat langsung dalam proses penanaman.
Keterlibatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Erik Murdiyanto mengapresiasi dukungan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang telah membuka ruang bagi Lapas Purwodadi untuk berkolaborasi dalam kegiatan pertanian.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan pengalaman praktis sekaligus keterampilan yang dapat dikembangkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang telah menerima dan melibatkan Lapas Purwodadi dalam kegiatan tanam padi serentak ini,” ujar Erik.
Ia menambahkan, pembinaan melalui sektor pertanian diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Kolaborasi antara Lapas Purwodadi dan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif.
Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Purwodadi membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat, sehingga mereka lebih siap menjalani kehidupan secara mandiri setelah bebas.
Pembinaan juga diarahkan agar warga binaan memiliki aktivitas positif dan mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial tanpa mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. (lim)






