BREBES | Kabarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Brebes.
Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Desa Wanatirta dan Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 300 keluarga menerima bantuan, dengan alokasi masing-masing 150 keluarga di setiap desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Brebes, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3KB), Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Paguyangan, serta para kepala puskesmas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Komara, M.Pt., mengatakan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sehingga penyaluran tepat sasaran.
“Sebanyak 300 paket bantuan disalurkan, masing-masing untuk 150 balita di Desa Wanatirta dan 150 balita di Desa Winduaji. Seluruh data penerima telah diverifikasi,” ujar Hendri.
Ia menjelaskan, setiap paket bantuan terdiri atas beras fortifikasi, 10 butir telur, dua kotak susu, serta beras medium yang bersumber dari program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Sementara itu, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan balita sebagai langkah strategis untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting.
“Kami menyadari bahwa angka stunting di Kabupaten Brebes masih tergolong tinggi di Jawa Tengah. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara optimal,” kata Bupati.
Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, yang sering disertai infeksi berulang.
Kondisi tersebut menyebabkan tinggi badan anak berada di bawah standar sesuai usianya dan berpotensi memengaruhi perkembangan fisik maupun kemampuan kognitif.
Bupati juga mengajak para ibu hamil, ibu yang memiliki balita, serta seluruh orang tua untuk lebih aktif memantau tumbuh kembang anak melalui pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan, melengkapi imunisasi, memenuhi kebutuhan gizi dengan memperbanyak konsumsi protein hewani, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Melalui penyaluran bantuan PMT dan CPPD ini, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan balita yang berisiko stunting, dapat semakin meningkat sehingga target percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Brebes dapat tercapai secara berkelanjutan. (wb)






