KAB SEMARANG | Kabarjateng.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang mulai menyiapkan langkah strategis setelah resmi dilantik.
Salah satu agenda yang menjadi prioritas adalah menggelar rapat kerja (raker) untuk merumuskan program organisasi sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan.
Ketua PWI Kabupaten Semarang, Rony Yuwono, mengatakan raker akan menjadi momentum bagi pengurus untuk menentukan arah kebijakan, menetapkan skala prioritas, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan.
Dalam waktu dekat, PWI Kabupaten Semarang berencana menggelar orientasi kewartawanan sebagai bagian dari program jangka pendek organisasi.
“Dalam waktu dekat kami akan segera menyelenggarakan orientasi kewartawanan. Ini merupakan salah satu program kerja jangka pendek kami sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk meningkatkan kualitas SDM wartawan, khususnya di Kabupaten Semarang,” kata Rony saat ditemui di kediamannya di Ungaran, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas wartawan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi berita masyarakat.
Kecepatan dalam menyampaikan informasi harus diimbangi dengan ketelitian, verifikasi fakta, keberimbangan pemberitaan, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Melalui orientasi kewartawanan, anggota diharapkan semakin memahami dasar-dasar jurnalistik, tata cara memverifikasi informasi, perlindungan narasumber, hingga tanggung jawab pers dalam menyampaikan berita kepada masyarakat.
Rony menegaskan, wartawan memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang akurat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas jurnalistik.
“Peningkatan kompetensi merupakan bagian dari upaya membangun pers yang kredibel dan bertanggung jawab. Wartawan harus mampu menyampaikan informasi yang benar, mengawasi penyelenggaraan kepentingan publik, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyusunan program kerja juga diharapkan mampu memperkuat kelembagaan dan solidaritas antaranggota.
Rony menilai, perencanaan organisasi perlu melibatkan anggota agar agenda yang disusun benar-benar menjawab tantangan yang dihadapi wartawan di lapangan.
Dengan keterlibatan tersebut, program PWI diharapkan tidak sekadar menjadi daftar kegiatan tahunan, tetapi dapat dijalankan secara konsisten, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.
Raker mendatang juga akan menjadi kesempatan bagi pengurus untuk membagi tanggung jawab pelaksanaan program serta menyiapkan evaluasi terhadap setiap agenda yang telah ditetapkan.
Langkah ini dinilai penting agar seluruh rencana organisasi dapat direalisasikan secara efektif.
Rony berharap orientasi kewartawanan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya wartawan yang kompeten, menjunjung tinggi etika profesi, dan mampu menjalankan fungsi pers secara profesional.
Ia juga menekankan bahwa penguatan organisasi dan peningkatan kualitas wartawan bukan semata-mata kepentingan internal PWI.
Upaya tersebut turut menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap pers sebagai sarana edukasi, penyampai informasi, dan kontrol sosial.
“Harapannya, program yang disusun nantinya benar-benar bisa dilaksanakan dan memberikan dampak positif. PWI harus mampu menjadi wadah pembinaan wartawan sekaligus memperkuat integritas profesi jurnalistik,” pungkasnya. (lim)






