Menu

Mode Gelap
 

Semarang Raya

Tanggul Kali Plumbon Jebol, Agustina Soroti Normalisasi dan Perbaikan Drainase

badge-check


					Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, bersama-sama jajaran terkait saat sidak ke pasar modern Kota Semarang, Rabu (4/3) | Humas Pemkot. Perbesar

Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, bersama-sama jajaran terkait saat sidak ke pasar modern Kota Semarang, Rabu (4/3) | Humas Pemkot.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan perhatian serius soal tanggul Kali Plumbon yang jebol dari wilayah Mangkang Kulon, pada Rabu (4/3) dini hari.

Pemerintah Kota Semarang memastikan keberlanjutan koordinasi untuk tanggul Kali Plumbon yang jebol, guna menangani dampak luapan air yang masuk ke pemukiman warga.

Agustina menjelaskan bahwa penanganan fisik sungai, merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Meski demikian, Pemerintah Kota Semarang tetap bertanggung jawab dalam upaya pembersihan dan perbaikan darurat untuk warga.

“Memang itu kan miliknya BBWS. Namun jebolnya tanggul memberi dampak kepada warga Kota Semarang yang tinggal sekitar lokasi,” kata Wali Kota Agustina.

“Sekarang sudah tinggal lumpurnya, ya itu sudah ada pembersihan. Jadi kita tetap berbagi, membenahi dan lain-lainnya,” tambah Agustina, Rabu (4/3).

Agustina juga menyoroti adanya persoalan penundaan proyek normalisasi yang seharusnya oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian.

Harapannya, anggaran perbaikan dapat segera turun agar penanganan permanen Kali Plumbon bisa segera realisasi.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya PUPR dan BBWS, anggaran ya segera turun. Karena kewajiban Kota Semarang itu hanya meringankan,” ujar Agustina Wilujeng.

Untuk normalisasi sungai dari kewenangan pihak BBWS, lanjut Agustina memang sempat terjadi penundaan pascaCovid.

“Nanti turun, mudah-mudahan kalau tahun ini langsung bisa ada perbaikan,” lanjutnya.

Kondisi Wilayah Rowosari

Selain permasalahan wilayah Mangkang, pihaknya juga memberikan perhatian pada kondisi wilayah Rowosari yang secara geografis memiliki risiko serupa.

Menurutnya, perlu upaya teknis khusus untuk memperkuat tanggul wilayah yang memiliki kontur tanah lebih rendah.

“Ya, nanti pasti akan ada penanganan khusus, karena itu kan seperti mangkok, posisinya lebih rendah,” jelas Agustina.

“Cuma harus ada upaya untuk membuat tanggul lah paling tidak. Dari struktur bangunan gambar yang kita lihat, mudah-mudahan akan lebih mengantisipasi,” sambung Wali Kota.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola saluran air di titik-titik rawan.

Hal ini dilakukan dengan memperlebar drainase agar debit air dapat mengalir sesuai jalurnya dan tidak lagi meluap ke area pemukiman.

“Ke depannya, kita akan buat saluran yang lebar dan mengatur saluran supaya airnya bisa lancar. Karena jalur air itu tetap jalur air, dan akan menjadi prioritas kita (pemkot),” tandas Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

 

Tim Editor: Wahyu Hamijaya

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ombudsman Pantau Pelayanan Penumpang di Soekarno-Hatta Usai Penerbangan Terganggu Abu Vulkanik

8 September 2026 - 08:03 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Mahasiswa Perkuat Penanganan TBC hingga Desa

4 September 2026 - 08:41 WIB

Wamendagri Wiyagus: Budaya Brebes Bisa Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

31 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Anas Urbaningrum Tanggapi Pernyataan Budi Arie soal Perubahan Sebelum 2029

27 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kursi Kuliah Berujung OTT, KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru di Unsoed

22 Agustus 2026 - 20:14 WIB

KPK OTT Enam Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

22 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Trending di Hukum & Kriminal