Cegah Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Imbau Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh pengelola jalur pendakian gunung menutup sementara aktivitas pendakian.

Kebijakan ini menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Lawu dan Gunung Sumbing serta meningkatnya risiko keselamatan di kawasan pegunungan.

Imbauan tersebut ditujukan kepada pengelola jalur pendakian di sejumlah gunung di Jawa Tengah, termasuk Lawu, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Slamet.

Pembatasan aktivitas juga diharapkan dapat mencegah munculnya titik api baru selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menilai aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam upaya mencegah karhutla.

Dugaan awal penyebab kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing mengarah pada kelalaian manusia.

Karena itu, aktivitas pendaki maupun petani di kawasan gunung perlu dikurangi, terutama kegiatan yang melibatkan penggunaan api.

“Dari dua kejadian gunung terbakar ini, dugaan awal itu human error. Artinya, aktivitas di gunung, baik petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalkan, terutama penggunaan api di atas,” kata Bergas di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (23/10/2026).

Menurut Bergas, penggunaan api di kawasan hutan dan savana dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Kondisi vegetasi yang mudah terbakar berpotensi membuat api cepat menjalar, sehingga membahayakan ekosistem maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Pemprov Jateng juga telah berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait untuk memperkuat pengawasan dan membatasi kegiatan di kawasan pegunungan.

Bergas menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah telah berkomunikasi dengan Balai Taman Nasional dan Perhutani.

Baca Juga  Jumat Keliling di Boyolali, Kapolres Ajak Warga Bersinergi Jaga Kamtibmas

Koordinasi itu juga melibatkan unsur TNI-Polri guna mendukung pelaksanaan pembatasan aktivitas untuk sementara waktu.

“Dari Polda sudah kami tindak lanjuti. Dinas terkait, yakni Dinas LHK, juga sudah menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani serta memberikan tembusan kepada TNI-Polri untuk pembatasan atau pelarangan aktivitas di gunung. Untuk sementara waktu,” ujarnya.

Risiko pendakian di tengah situasi karhutla terlihat dalam kejadian di Gunung Sumbing.

Sebanyak 152 pendaki dilaporkan masih berada di kawasan gunung saat kebakaran terjadi dan harus dievakuasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran yang meluas dapat menghambat pergerakan pendaki dan menyulitkan proses penyelamatan.

Penutupan jalur pendakian dinilai sebagai salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi potensi jatuhnya korban.

Kepala DLHK Jawa Tengah, Heru Djatmika, membenarkan pihaknya telah mengirimkan surat imbauan kepada pengelola pos pendakian di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Surat bernomor S/500.4/891/2026 tertanggal 21 Oktober 2026 itu memuat permintaan penutupan sementara jalur pendakian gunung serta imbauan menyiapkan lahan tanpa bakar.

Heru menyebut langkah tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya kejadian karhutla yang mengancam keselamatan manusia, kelestarian hutan lindung dan kawasan konservasi, serta kualitas lingkungan hidup.

“Kejadian di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, yang disampaikan Bapak Kapolda, indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah,” kata Heru.

Ia menambahkan, permintaan penutupan sementara tersebut juga berkaitan dengan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah tahun 2026.

Baca Juga  Pengguna Perempuan Kereta Api di Daop 4 Semarang Tembus 2,63 Juta, KAI Tingkatkan Layanan

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026.

Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng masih terus dilakukan.

Di Gunung Lawu, petugas mengerahkan personel melalui jalur darat serta memanfaatkan dukungan udara menggunakan metode water bombing.

Upaya pembuatan sekat atau pembatas api juga dilakukan untuk menahan pergerakan kebakaran agar tidak semakin meluas.

Bergas mengungkapkan, sejumlah titik api di Gunung Lawu telah berada sekitar lima kilometer dari permukiman warga.

Jarak tersebut menjadi perhatian petugas karena kebakaran berpotensi menimbulkan ancaman lebih besar apabila tidak segera dikendalikan.

Untuk memperkuat penanganan di Gunung Sumbing, Pemprov Jateng telah mengajukan permohonan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar satu unit helikopter yang digunakan dalam operasi pemadaman di Gunung Lawu dapat dialihkan ke kawasan Sumbing.

Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian di seluruh wilayah Jateng masih berupa imbauan.

Pelaksanaannya perlu menyesuaikan kondisi dan tingkat ancaman kebakaran di setiap kawasan.

Menurutnya, sejumlah pos pendakian di gunung yang mengalami kebakaran telah menutup jalur untuk mencegah pendaki memasuki area berbahaya.

Sementara itu, penutupan di gunung lainnya perlu dilakukan secara bertahap berdasarkan situasi di lapangan.

“Teman-teman di pos pendakian sudah menutup jalur pendakian di gunung yang mengalami kebakaran. Untuk gunung lainnya, saya rasa sudah ada juga. Penutupan harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan eskalasi dan kondisi di lapangan, tidak bisa tiba-tiba langsung ditutup,” kata Basya.

Baca Juga  Bakti TNI AD Kodim Banyumas, Pembangunan Infrastruktur dan Aksi Sosial Terus Digenjot

Ia menuturkan, Polda Jateng telah meminta seluruh Polres meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan sejak tiga bulan lalu.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kekeringan serta evaluasi kejadian karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, imbauan pembatasan aktivitas dan penutupan jalur pendakian di seluruh Jawa Tengah disampaikan kembali setelah kebakaran terjadi di Gunung Lawu. Imbauan tersebut diteruskan Kapolda Jateng kepada jajaran kepolisian di wilayahnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa dua helikopter milik TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing melalui BNPB.

“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Saya sudah cek ke sana, sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama,” ujar Ahmad Luthfi beberapa hari sebelumnya.

Pemprov Jateng berharap pembatasan aktivitas dan penutupan sementara jalur pendakian dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Masyarakat, pendaki, petani, serta pihak lain yang beraktivitas di kawasan pegunungan diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari penggunaan api yang berpotensi memicu kebakaran.

Pengelola jalur pendakian juga diharapkan mengikuti perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan instansi berwenang demi menjaga keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar. (dkp)

Berita Terkait

PCNU Kota Semarang Buka Peluang Kader Maju di Konfercab, Nama Iswar dan Ady Setyawan Mencuat
Pengguna Perempuan Kereta Api di Daop 4 Semarang Tembus 2,63 Juta, KAI Tingkatkan Layanan
Pangdam IV/Diponegoro Terima Kunjungan Pimpinan BNI, Perkuat Hubungan Kelembagaan
Shalat Jumat Keliling, Kapolres Semarang Ingatkan Warga soal Layanan 110
HSN 2026, SMK Muhammadiyah Bumiayu Dorong Siswa Unggul dalam Akhlak dan Kompetensi
Jumat Keliling di Boyolali, Kapolres Ajak Warga Bersinergi Jaga Kamtibmas
Anggota DPRD Kota Semarang Soroti Aspal Baru Jalan Unta Raya Rusak Diterjang Alat Berat
HSN 2026, Pemprov Jateng Siapkan Enam Program untuk Santri, Beasiswa hingga Pesantren Bebas Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:13 WIB

PCNU Kota Semarang Buka Peluang Kader Maju di Konfercab, Nama Iswar dan Ady Setyawan Mencuat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:54 WIB

Pengguna Perempuan Kereta Api di Daop 4 Semarang Tembus 2,63 Juta, KAI Tingkatkan Layanan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:51 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Terima Kunjungan Pimpinan BNI, Perkuat Hubungan Kelembagaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Shalat Jumat Keliling, Kapolres Semarang Ingatkan Warga soal Layanan 110

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Cegah Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Imbau Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:29 WIB

HSN 2026, SMK Muhammadiyah Bumiayu Dorong Siswa Unggul dalam Akhlak dan Kompetensi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Jumat Keliling di Boyolali, Kapolres Ajak Warga Bersinergi Jaga Kamtibmas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Anggota DPRD Kota Semarang Soroti Aspal Baru Jalan Unta Raya Rusak Diterjang Alat Berat

Berita Terbaru