SEMARANG, Kabarjateng.id – Kawasan Kota Lama Semarang mengukuhkan posisinya sebagai magnet utama pariwisata se-Jawa Tengah selama masa libur Idul Fitri 1447 Hijriyah atau Lebaran 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, pada Jumat (27/3), mengungkapkan peningkatan gelombang kedatangan wisatawan domestik ke Ibu Kota Jawa Tengah.
Khususnya kunjungan ke kawasan Kota Lama telah mencapai 222.856 jiwa sejak H-7 hingga H+4 Lebaran (13-25 Maret 2026).
Capaian ini menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu pilar utama penggerak pariwisata di Jawa Tengah.
Secara khusus, kawasan Kota Lama menunjukkan daya tarik yang sangat kuat dengan catatan sebagai destinasi yang memiliki volume kunjungan tinggi.
“Angka kunjungan ke Kota Lama melonjak signifikan sebesar 24,72 persen, perbandingan dengan periode sama tahun 2025 lalu sebanyak 178.683 jiwa,” ujar Wali Kota Semarang.
Pertumbuhan ini, lanjutnya, merupakan bukti bahwa Kota Semarang kini telah bertransformasi menjadi kota destinasi pariwisata.
Validasi keberhasilan juga tampak dari tingkat hunian kamar hotel atau okupansi, mencapai puncak 95,53 persen pada hari ke dua Lebaran.
Menurutnya, data ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melintas, tetapi benar-benar memilih untuk menetap dan menikmati suasana ibu kota Jawa Tengah.
Catatan Evaluatif
Meskipun mencatatkan hasil positif, Agustina mengakui bahwa antusiasme luar biasa ini membawa sejumlah catatan evaluatif bagi Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang.
“Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir kawasan Kota Lama. Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata,” harap Agustina.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius pihaknya untuk memperketat SOP mitigasi bencana dan penyediaan fasilitas peneduh (shelter) yang lebih memadai.
Pasca-Lebaran, Pemkot Semarang berkomitmen menjaga momentum kunjungan agar tetap stabil.
Yakni, melakukan penguatan destinasi unggulan dan penyelenggaraan kalender event yang lebih beragam.
Strategi ke depan mencakup revitalisasi kawasan serta peningkatan kualitas pengalaman wisata (experience based tourism).
Rencana itu secara bertahap melalui peningkatan festival kuliner dan atraksi rutin berbasis komunitas.
Wali Kota juga menekankan keberlanjutan pariwisata menuntut sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Menurutnya, penguatan objek wisata serta infrastruktur yang mumpuni tidak akan berarti banyak tanpa keramahan dan kualitas pelayanan yang prima.
“Terima kasih kepada seluruh warga kota Semarang yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan suportif selama masa liburan ini,” terang Wali Kota Agustina.
Kepada para pelaku wisata, ia berpesan agar tetap konsisten menerapkan Sapta Pesona dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita harus tetap adaptif ke tren, agar citra positif pariwisata Semarang terus terjaga,” pesan Wali Kota Semarang.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya






