SALATIGA | kabarjateng.id – Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master sukses digelar di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026).
Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Salatiga ini diikuti puluhan pecatur dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kompetisi tersebut tidak hanya menjadi arena adu strategi dan kemampuan berpikir, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarkomunitas pecatur sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berbakat.
Ketua Panitia, Muh Lison, mengatakan penyelenggaraan turnamen bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat pecinta catur untuk berkumpul dan berkompetisi dalam suasana yang sportif.
“Selain memeriahkan Hari Jadi Kota Salatiga, kami ingin menyediakan wadah bagi para penghobi catur agar bisa mengembangkan kemampuan sekaligus menjalin kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi langkah awal dalam pembinaan atlet usia dini.
Panitia berharap semakin banyak pelajar, khususnya tingkat SD dan SMP, yang tertarik menekuni olahraga catur hingga mampu bersaing di level nasional.
Pada penyelenggaraan perdana, jumlah peserta dibatasi sebanyak 80 orang. Meski demikian, minat masyarakat cukup tinggi.
Panitia mencatat sekitar 150 calon peserta ingin ambil bagian, namun keterbatasan waktu dan kapasitas penyelenggaraan membuat kuota harus dibatasi.
Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Solo, dan Magelang. Turnamen juga diikuti berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Muh Lison berharap penyelenggaraan berikutnya dapat dikemas lebih baik dengan kategori pertandingan yang lebih beragam sehingga mampu menjangkau lebih banyak peserta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Muthoin, memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menggelar turnamen tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena mampu memperkuat prestasi olahraga sekaligus membangun komunikasi antarpeserta.
Ia menilai catur merupakan olahraga yang melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pengambilan keputusan.
Karena itu, pemerintah menyambut baik upaya masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembinaan atlet catur.
Muthoin berharap Turnamen Catur Taman Tingkir Cup dapat terus berkembang hingga menjadi agenda tahunan berskala lebih besar, bahkan berpotensi menjadi kejuaraan bergengsi tingkat regional maupun nasional.
Salah seorang peserta, Sentot, mengaku mengikuti turnamen karena kecintaannya terhadap olahraga catur sekaligus ingin ikut mendukung kemajuan catur di Salatiga.
Ia mengungkapkan telah melakukan berbagai persiapan melalui latihan rutin dan diskusi bersama pelatih maupun komunitas catur.
Menurutnya, kehadiran turnamen seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat para pecatur sekaligus membuka kesempatan lahirnya atlet-atlet baru.
Ia berharap Taman Tingkir Cup dapat diselenggarakan secara rutin dan terus berkembang menjadi ajang bergengsi yang mampu mengangkat prestasi catur Kota Salatiga di tingkat yang lebih tinggi. (ar)






