SEMARANG | Kabarjateng.id – Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, berubah menjadi pusat kemeriahan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu (12/9/2026) malam.
Ribuan orang memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pembukaan ajang nasional yang mempertemukan kafilah terbaik dari 38 provinsi di Indonesia.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., turut hadir dalam acara pembukaan yang secara resmi dibuka Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Bagi Pangdam, MTQ Nasional tidak hanya berkaitan dengan persaingan meraih prestasi.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus membangun persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
MTQ Nasional XXXI berlangsung selama delapan hari, mulai 12 hingga 19 September 2026.
Para peserta akan mengikuti 12 cabang musabaqah yang terbagi dalam berbagai golongan.
Perhelatan ini melibatkan sekitar 11.000 orang.
Mereka terdiri atas kafilah, official, pendamping, dewan hakim, tamu negara, serta pejabat dari pemerintah pusat dan daerah.
Semarak MTQ juga tidak hanya terpusat pada arena perlombaan. Masyarakat ikut dilibatkan melalui kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara massal.
Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 25 ribu orang yang hadir secara langsung.
Sementara itu, sekitar 180 ribu peserta lainnya ditargetkan mengikuti kegiatan melalui Zoom dari sekolah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.
Besarnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Keterlibatan masyarakat dalam rangkaian MTQ menjadi gambaran bahwa perhelatan ini tidak berhenti sebagai kompetisi antarkafilah.
MTQ Nasional XXXI juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat persatuan.
Kehadiran Pangdam IV/Diponegoro dalam pembukaan tersebut menjadi bagian dari dukungan Kodam IV/Diponegoro terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.
Dari Kota Semarang, semangat berkompetisi dan syiar keagamaan berjalan beriringan. Prestasi menjadi tujuan, sementara persaudaraan dan kebersamaan menjadi nilai yang terus dibangun sepanjang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. (dkp)






