Madinah | kabarjateng.id – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam NU Temanggung mencatat keberhasilan dalam mendampingi sekitar 580 jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Para jemaah tersebut diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta yang terbagi dalam Kloter 19, 20, dan 21 dengan penerbangan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Pembimbing Ibadah Haji KBIHU Babussalam, Nur Makhsun, mengatakan setiap kloter didampingi oleh dua pembimbing sehingga total terdapat enam pembimbing yang bertugas selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan haji tahun ini berlangsung dengan baik.
Meski terdapat satu jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci, seluruh proses pendampingan hingga rangkaian ibadah lainnya dapat berjalan lancar.
“Kami bersyukur seluruh proses pelayanan dan pendampingan berjalan sesuai harapan sehingga jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik,” ujar Nur Makhsun di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, menjelang kepulangan Kloter YIA 21 ke Indonesia.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut didukung oleh sistem pembinaan yang telah diterapkan KBIHU Babussalam sejak jauh hari.
Program manasik dilaksanakan secara bertahap selama satu tahun, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi selama tiga bulan di berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung.
Untuk mendukung pembelajaran, KBIHU Babussalam menyediakan dua aula manasik yang dilengkapi miniatur Ka’bah, lintasan sa’i (Mas’a), serta replika Jamarat.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan agar calon jemaah dapat mempraktikkan tata cara ibadah haji secara langsung sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Sebagai salah satu KBIHU dengan jumlah peserta terbanyak di Kabupaten Temanggung, Babussalam terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pembinaan.
Tujuannya agar setiap calon jemaah memiliki pemahaman yang baik, keterampilan praktik, serta kesiapan menghadapi seluruh tahapan ibadah haji.
Memasuki persiapan musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi, KBIHU Babussalam telah membuka pendaftaran bimbingan manasik. Sistem pembelajaran nantinya dibagi dalam beberapa kelas agar proses pendampingan lebih efektif.
Saat ini KBIHU Babussalam didukung sekitar 25 pembimbing haji bersertifikat yang siap memberikan materi sekaligus mendampingi calon jemaah selama proses persiapan hingga pelaksanaan ibadah.
Nur Makhsun menegaskan komitmen lembaganya tetap berpegang pada semangat para pendiri di bawah naungan PCNU Temanggung, yakni memberikan pembinaan terbaik agar jemaah mampu menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat dan memperoleh predikat haji mabrur.
Selain memperkuat materi fikih ibadah, pembinaan musim haji 2027 juga akan menyesuaikan berbagai kebijakan terbaru dari Pemerintah Arab Saudi maupun Kementerian Haji dan Umrah.
Materi tersebut meliputi ketentuan mengenai murur, tanazul, pembayaran dam, serta sejumlah regulasi teknis lainnya.
“Dengan pembaruan materi tersebut, kami berharap calon jemaah memiliki pemahaman yang lebih lengkap sehingga siap melaksanakan ibadah sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Menjelang kepulangan Kloter YIA 21 ke Indonesia, Nur Makhsun turut memohon doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama perjalanan pulang hingga berkumpul kembali bersama keluarga di Tanah Air.
Ia juga berharap seluruh jemaah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah dapat menjadi haji yang mabrur serta membawa manfaat bagi masyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing. (af)






