Jeddah | kabarjateng.id – Kesabaran dan kedisiplinan mengelola keuangan mengantarkan seorang guru asal Kabupaten Demak, Moh Zainul Wafiq, mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini.
Anggota Kloter SOC 34 itu mengaku membutuhkan waktu sekitar 13 tahun untuk mengumpulkan biaya melalui tabungan yang disisihkan secara rutin.
Dalam testimoni yang disampaikan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Wafiq mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya mendapat kesempatan memenuhi panggilan Allah SWT ke Tanah Suci.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang dijalankannya diterima dan memperoleh predikat haji mabrur.
“Alhamdulillah, setelah sekitar 13 tahun menabung, tahun ini Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk menunaikan ibadah haji. Semoga Allah menerima ibadah kami dan menjadikannya haji yang mabrur,” ujarnya.
Pengalaman tersebut mendorong Wafiq mengajak para guru maupun tenaga kependidikan untuk tidak menunda persiapan berhaji.
Menurutnya, langkah kecil berupa menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten akan sangat membantu dalam mewujudkan impian berangkat ke Tanah Suci.
Ia menilai pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi salah satu kunci utama.
Bahkan, tambahan pendapatan seperti tunjangan profesi bagi guru yang memenuhi persyaratan dapat dimanfaatkan dengan bijak, salah satunya dialokasikan untuk tabungan haji.
“Jangan menunggu sampai nanti. Mulailah menabung dari sekarang sebagai ikhtiar menyambut panggilan Allah SWT,” pesannya.
Kisah Moh Zainul Wafiq menjadi bukti bahwa cita-cita menunaikan rukun Islam kelima dapat diraih melalui perencanaan yang matang, komitmen, dan ketekunan dalam menabung.
Pengalamannya diharapkan mampu memotivasi masyarakat, khususnya para pendidik, agar mulai mempersiapkan biaya haji sejak dini. (af)






