Menu

Mode Gelap
 

Nasional

Stok Beras Tembus 4,8 Juta Ton, Mentan Tekankan Peran Daerah Perkuat Kemandirian Pangan

badge-check


					Stok Beras Tembus 4,8 Juta Ton, Mentan Tekankan Peran Daerah Perkuat Kemandirian Pangan Perbesar

MAGELANG, Kabarjateng.id – Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menghadirkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi para Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer Magelang, Kamis (16/4/2026).

Lemhannas RI menggelar kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan strategis pimpinan DPRD terhadap isu nasional, khususnya sektor pangan yang menjadi fondasi ketahanan negara.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan Sektor Pangan

Dalam paparannya, Mentan menegaskan sektor pangan nasional menunjukkan perkembangan positif dalam waktu singkat berkat sinergi berbagai pihak.

Ia menilai kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha mampu mendorong capaian signifikan.

“Keberhasilan lahir dari kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama untuk mencapai hasil yang maksimal,” tegasnya.

Stok Beras Capai Rekor Tertinggi

Amran mengungkapkan stok beras nasional kini mencapai sekitar 4,8 juta ton.

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah, meskipun jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dibandingkan masa swasembada sebelumnya.

Capaian ini menunjukkan penguatan produksi nasional sekaligus efektivitas kebijakan yang pemerintah jalankan di sektor pertanian.

Hilirisasi Pertanian Dongkrak Nilai Tambah

Pemerintah mengarahkan kebijakan pada penguatan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan.

Amran mencontohkan komoditas seperti kelapa, kelapa sawit, kakao, dan kopi memiliki potensi besar jika pelaku industri mengolahnya hingga tahap hilir.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat struktur industri nasional.

Pengembangan Biofuel Perkuat Kemandirian Energi

Pemerintah juga mendorong pengembangan energi berbasis pertanian, seperti biofuel dan biodiesel, guna memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

“Ke depan kita targetkan pengembangan B50, B70 hingga B100. Saat harga CPO turun, kita manfaatkan menjadi biofuel. Namun ketika harga naik, ekspor kita optimalkan untuk menambah devisa,” jelas Amran.

Peran DPRD Kawal Implementasi Kebijakan

Amran menekankan peran strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Ia mendorong DPRD memaksimalkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar program berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama petani.

Melalui KPPD ini, Lemhannas RI terus memperkuat kapasitas kepemimpinan pimpinan DPRD agar mampu membaca arah kebijakan nasional, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengawal pembangunan daerah yang selaras dengan agenda nasional. (Candra)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Sinergi Pengusaha dan Buruh Jadi Modal Jateng Hadapi Gejolak Ekonomi Global

4 Juni 2026 - 10:23 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Solo di Donohudan

4 Juni 2026 - 09:24 WIB

Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026, Edukasi dan Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas

4 Juni 2026 - 07:12 WIB

Penuh Haru, SMPN 2 Dukuhwaru Lepas 219 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

4 Juni 2026 - 06:59 WIB

Hasil Forensik Jadi Kunci, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Penemuan Jenazah di Jepara

3 Juni 2026 - 20:27 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Wujudkan Kepedulian Lewat Sumur Bor untuk Warga

3 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di Kabar Demak