SEMARANG, Kabarjateng.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mempercepat transformasi menuju institusi modern berbasis ilmu pengetahuan.
Polri membangun Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai langkah konkret.
Dorong Perubahan Pola Pikir dan Tindakan
Polri merancang laboratorium modern ini sebagai sarana strategis untuk membentuk pola pikir, budaya kerja, dan cara bertindak personel agar lebih adaptif menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Fasilitas ini menjawab kebutuhan pendekatan pemolisian yang responsif, presisi, dan humanis di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri menghadirkan laboratorium ini untuk merespons perubahan global secara nyata.
“Perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, dan perubahan sosial mendorong Polri untuk tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga menguji pendekatan langsung di lapangan,” tegasnya.
Gabungkan Ilmu dan Praktik Lapangan
Laboratorium Sosial Sains Kepolisian berperan sebagai ruang integrasi antara kajian akademik dan praktik lapangan.
Polri memanfaatkan data, analisis ilmiah, serta simulasi kondisi riil untuk menguji berbagai model pemolisian.
Melalui pendekatan ini, Polri menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policing).
Selain itu, laboratorium ini menjadi sarana pembelajaran untuk membentuk karakter personel yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Perkuat Profesionalitas dan Riset Kepolisian
Polri memperkuat fondasi akademik melalui pengembangan riset dan kajian ilmiah.
Langkah ini mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.
Polri juga membangun jaringan Pusat Studi Kepolisian dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Saat ini, Polri mencatat:
15 perguruan tinggi mengelola 30 Pusat Studi Kepolisian yang siap beroperasi
17 perguruan tinggi telah menjalin kerja sama
Total 47 perjanjian kerja sama (PKS) telah berjalan secara nasional
Bahas Isu Strategis Lewat Forum Akademik
Polri bersama pusat studi yang telah siap akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas isu strategis.
Forum ini mengkaji keamanan nasional, transformasi pelayanan publik, kejahatan siber, serta pendekatan keamanan berbasis masyarakat.
Forum tersebut menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan dan inovasi yang relevan untuk mendukung tugas kepolisian.
Kolaborasi antara Polri dan dunia akademik yang tersebar dari Aceh hingga Papua menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem keilmuan kepolisian nasional.
Tegaskan Komitmen Transformasi
Wakapolri menegaskan bahwa Polri tidak hanya melakukan perubahan struktural, tetapi juga membenahi pola pikir, budaya kerja, dan tindakan seluruh personel.
Melalui Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan jaringan pusat studi, Polri terus mengembangkan pendekatan pemolisian yang ilmiah, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah ini memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan melalui inovasi dan penguatan keilmuan. (dkp)






