DEMAK, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembangunan 20 unit rumah apung di wilayah pesisir Kabupaten Demak sepanjang tahun 2026.
Program ini menjadi langkah nyata untuk membantu warga yang terus menghadapi banjir rob agar tetap memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
Pemerintah menggagas hunian berbasis apung sebagai solusi adaptif terhadap kondisi lingkungan yang semakin terdampak kenaikan air laut.
Kemudian, wilayah sasaran utama mencakup Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, yang selama ini sering terendam rob.
Kolaborasi Lintas Sektor
Program pembangunan rumah apung melibatkan kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, serta Bank Jateng.
Kolaborasi ini memperkuat upaya penanganan kawasan pesisir yang mengalami tekanan lingkungan cukup berat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menegaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat terdampak rob.
Menurutnya, rumah apung sebagai alternatif yang relevan dengan kondisi geografis pesisir Demak.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjalankan program tersebut.
Oleh sebab itu, semangat kerja bersama menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan kompleks seperti rob yang terus berulang setiap tahun.
Perkembangan Pembangunan
Sejak 2023 hingga akhir 2025, pemerintah bersama mitra membangun 15 unit rumah apung.
Rinciannya meliputi satu unit prototipe pada 2023, satu unit tambahan pada 2024 melalui dukungan Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit pada 2025 yang didanai melalui CSR Bank Jateng dan Pemerintah Kabupaten Demak.
Memasuki tahun 2026, jumlah pembangunan meningkat menjadi 20 unit.
Sebanyak 19 unit berdiri di Desa Timbulsloko dan satu unit berdiri di Desa Bedono.
Dari total tersebut, APBD Provinsi Jawa Tengah membiayai 17 unit.
Target Rampung Mei 2026
Pemerintah memulai pembangunan sejak Maret 2026 dengan tiga unit tahap awal yang kini masih dalam proses pengerjaan.
Program ini menyasar sejumlah warga seperti Rokank dari Desa Bedono serta Krisma dan Ngadiyanto dari Desa Timbulsloko.
Pemerintah menargetkan seluruh unit selesai pada Mei 2026.
Dengan percepatan ini, warga segera menempati hunian yang lebih aman dari ancaman banjir rob.
Harapan bagi Warga Pesisir
Program rumah apung ini diharapkan mampu memberi solusi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
Selain meningkatkan kualitas hunian, langkah ini juga menjadi bentuk adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tidak dapat dihindari.
Pemerintah optimistis kehadiran rumah apung dapat membantu warga tetap bertahan di wilayah pesisir tanpa harus meninggalkan mata pencaharian mereka.
Dengan dukungan berkelanjutan, kawasan terdampak rob di Demak diharapkan menjadi lebih tangguh dan layak huni. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.