SEMARANG, Kabarjateng.id – Gelaran Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 untuk pertama kalinya berlangsung dalam skala nasional, dan Jawa Tengah tampil sebagai daerah pelopor dalam pergerakan organisasi Tani Merdeka di Indonesia.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan jamuan makan malam di Gradhika Bhakti Praja pada Sabtu malam, 29 November 2025.
Para pengurus Tani Merdeka dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah hadir bersama jajaran kepengurusan tingkat pusat, menandai kuatnya konsolidasi organisasi ini di wilayah tersebut.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka, menuturkan bahwa gerakan ini tumbuh dari kekuatan petani akar rumput dan memiliki jangkauan hingga ke desa-desa.
Menurutnya, Jawa Tengah menjadi tempat lahir dan berkembangnya organisasi ini sehingga pantas disebut sebagai pusat pergerakan.
“Tani Merdeka itu lahir, berkembang, dan menguat dari Jawa Tengah,” ujar Sudaryono.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama organisasi bukan hanya pada struktur, tetapi pada komitmen dan karakter para anggotanya.
“Anggota kami adalah petani sejati. Tegas dalam sikap, tetapi lembut dan peduli terhadap sesama petani,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Tani Merdeka telah memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa di Jawa Tengah.
Hampir seluruh desa dengan aktivitas pertanian telah memiliki kordes yang siap menyampaikan aspirasi petani serta mengawal kebijakan yang dianggap bermanfaat bagi mereka.
“Kalau kebijakan ini baik untuk petani, maka kitalah yang harus menjaga dan memperjuangkannya,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memberikan sambutan. Ia menyebut provinsinya memiliki energi besar untuk menggerakkan sektor pertanian, baik dari sisi sumber daya manusia maupun luasan lahannya.
“Dari total 3 juta hektare wilayah Jawa Tengah, sekitar satu juta hektare adalah lahan pertanian. Ini kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Gubernur juga mengakui bahwa para penggerak Tani Merdeka banyak berasal dari Jawa Tengah dan aktif dalam berbagai kegiatan.
“Di banyak agenda, saya selalu bertemu komandan Tani dari Jawa Tengah. Ini menunjukkan organisasi ini memang kuat di sini,” ujarnya.
Gebyar Tani Merdeka 2025 tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga forum penyelarasan visi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Fokus pembahasan meliputi peningkatan produktivitas pertanian, percepatan distribusi pupuk, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Puncak acara akan berlangsung pada Minggu, 30 November 2025, yakni pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Jawa Tengah sebagai simbol penguatan gerakan di tingkat wilayah. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.