SEMARANG | kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang resmi membuka kawasan New PM (New Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar sebagai upaya menghidupkan kembali ikon perdagangan legendaris yang pernah dikenal masyarakat luas sebagai Pasar Maling.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan konsep New PM tetap mempertahankan identitas lama Pasar Maling, namun dikemas dengan wajah dan suasana yang lebih modern agar mampu menarik minat masyarakat di tengah perubahan pola belanja saat ini.
“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain,” ujar Agustina di lokasi, Senin (15/6).
Menurutnya, pasar tradisional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama setelah masyarakat semakin terbiasa berbelanja melalui platform daring. Karena itu, kawasan New PM dirancang tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang aktivitas publik yang lebih kreatif dan nyaman.
Agustina mengungkapkan area tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan seni budaya, pelatihan UMKM, hingga sentra kuliner khas Kota Semarang. Bahkan area kosong di bagian atas bangunan direncanakan menjadi etalase produk UMKM yang ditampilkan secara bergantian.
“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan khas Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu harus menyesuaikan dengan keinginan pelanggan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva menyebut antusiasme pedagang terhadap New PM cukup tinggi. Hingga kini tercatat sebanyak 912 pedagang telah mendaftar untuk menempati lapak yang tersedia.
Menurut Aniceto, konsep New PM sengaja dihadirkan untuk mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dahulu menjadi salah satu ikon perdagangan di Kota Semarang.
“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Saat ini, tingkat keterisian lapak telah mencapai lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas pedagang menjual pakaian dan produk kuliner.
Pemkot Semarang bersama Dinas Perdagangan juga akan memperkuat promosi melalui media dan influencer agar masyarakat semakin mengenal wajah baru Pasar Johar tersebut sebagai pusat belanja dan aktivitas masyarakat.(day)






