Menu

Mode Gelap
 

KABAR JATENG · 26 Feb 2026 04:43 WIB

Wagub Jateng Ajak Santri Kuasai Literasi Media dan Jurnalistik di Era Digital


					Wagub Jateng Ajak Santri Kuasai Literasi Media dan Jurnalistik di Era Digital Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Taj Yasin mendorong kalangan santri untuk perkuat kemampuan menulis dan literasi media sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Menurutnya, keterampilan itu penting agar santri mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan tanggung jawab.

Hal itu ia sampaikan setelah menerima audiensi Gerakan Santri Menulis (GSM) di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Taj Yasin menilai pesantren merupakan lingkungan yang tepat untuk mengembangkan tradisi menulis dengan basis pada validitas dan tanggung jawab ilmiah.

Ia menjelaskan, tradisi keilmuan di pesantren selama ini sudah mengajarkan ketelitian dalam merujuk sumber, seperti dalam kajian hadis yang menekankan kejelasan sanad dan matan.

Nilai-nilai itu, menurutnya, relevan untuk menjadi terapan dalam praktik jurnalistik modern.

Tangkal Hoaks dan Penyalahgunaan Teknologi

Taj Yasin menyoroti perkembangan platform media yang semakin banyak ragam, termasuk kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Ia mengingatkan bahwa teknologi itu dapat membawa manfaat besar, namun juga punya potensi salah penggunaan jika tidak ada etika dan tanggung jawab.

Karena itu, latihan jurnalistik bagi santri merupakan langkah strategis untuk membekali mereka dengan pemahaman tentang kode etik, verifikasi informasi, serta kaidah penulisan berita yang benar.

Dengan begitu, santri dapat punya peran aktif dalam menangkal hoaks dan meluruskan informasi yang keliru di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan fisik, tetapi juga lewat penyampaian informasi yang edukatif dan tidak provokatif.

Media yang sehat, katanya, harus berdiri di atas prinsip tanggung jawab dan etika.

Dukung Program Pesantren Obah

Gerakan Santri Menulis juga sejalan dengan program Pesantren Obah yang Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin gagas.

Program itu membuka akses lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri melalui jalur beasiswa.

Dalam program itu, kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi penting, utamanya bagi mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 yang harus menghasilkan karya ilmiah.

Pelatihan jurnalistik sejak dini harapannya bisa membentuk kebiasaan menulis yang secara struktur dan argumentatif di kalangan santri.

Diikuti 17 Pesantren di Jateng

Gerakan Santri Menulis merupakan sarasehan jurnalistik dan literasi media yang merupakan ide Suara Merdeka sejak 1994.

Tahun ini, program itu memasuki usia ke-32 dan melibatkan 17 pondok pesantren dari daerah di Jawa Tengah.

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko, menjelaskan bahwa para peserta akan mendapatkan pembekalan dasar jurnalistik.

Kemudian teknik penulisan berita dan opini, strategi penyusunan konten media yang menarik, hingga pelatihan public speaking.

Selain itu, santri juga diajak memahami pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran pesan positif.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama.

Tetapi juga mampu berkontribusi dalam ruang publik melalui tulisan yang mencerahkan dan bertanggung jawab. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Aksi Debt Collector di Semarang Bikin Heboh, Laporan Palsu Damkar Berujung Sanksi Unik

26 April 2026 - 09:41 WIB

Polres Jepara Rombak Struktur, Pejabat Utama dan Kapolsek Berganti

26 April 2026 - 09:27 WIB

Polda Jateng Bongkar Upaya Penyelundupan Sabu ke Lapas Kedungpane, Mertua dan Menantu Jadi Kurir

26 April 2026 - 09:03 WIB

Spektakuler..! Turnamen Sepak Bola Berhadiah Rp 50 Juta, Wurja Cup 2026 Siap Bergulir di Kalijurang Tonjong

26 April 2026 - 05:34 WIB

Debt Collector “Mata Elang” Resahkan Warga, ELBEHA Barometer Desak Penindakan Tegas

25 April 2026 - 19:22 WIB

ADP Perkenalkan Dua Buku Strategis di UIN Walisongo, Dorong Islam Moderat dan Responsif Zaman

25 April 2026 - 19:05 WIB

Trending di KABAR JATENG