Menu

Mode Gelap
 

Kabar Tegal · 8 Des 2025 09:15 WIB

Mba Iin Ajak Warga Tegal Bergerak Bersama Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak


					Mba Iin Ajak Warga Tegal Bergerak Bersama Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perbesar

TEGAL, Kabarjateng.id – Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah atau yang akrab dikenal sebagai Mba Iin, menggaungkan ajakan untuk bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kegiatan kampanye ini digelar bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal beserta berbagai organisasi masyarakat.

Aksi tersebut dimulai dari area depan Balai Kota Tegal dan dilanjutkan dengan long march menuju Alun-alun hingga sepanjang Jalan Pancasila.

Para peserta tampak membawa berbagai poster berisi pesan edukatif dan imbauan kepada masyarakat agar menghentikan segala bentuk kekerasan.

Dalam orasinya, Mba Iin menyampaikan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu bersuara ketika melihat tindakan yang merugikan mereka.

Menurutnya, keberanian untuk bertindak dan memberi dukungan adalah langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar.

Kampanye ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2025 yang berlangsung sejak 25 November hingga 10 Desember 2025.

Mba Iin menekankan bahwa aksi nyata tidak hanya dilakukan pada momen peringatan, tetapi harus menjadi komitmen setiap hari dalam kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendengarkan pengalaman korban dengan penuh empati, tidak mengabaikan tanda-tanda kekerasan, serta melawan stigma yang selama ini membuat banyak korban memilih diam.

Dukungan lingkungan sekitar diyakini menjadi kunci agar korban berani melaporkan tindakan kekerasan.

Selain itu, Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga Kota Tegal untuk bersama-sama menciptakan ruang yang aman di berbagai lingkungan.

“Kota Tegal dikenal dengan semangat gotong royong. Mari jadikan nilai itu sebagai benteng untuk mencegah kekerasan, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, ruang publik, maupun ruang digital,” ujarnya.

Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal, Rofiqoh, menambahkan bahwa kampanye ini bertujuan menggerakkan solidaritas lintas komunitas.

Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang harus ditangani bersama, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sesuai kapasitas masing-masing.

Sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi turut ambil bagian, termasuk Puspaga Kota dan Kecamatan, Aisyiyah, Muslimat, Nasyiatul Aisyiyah, Fakultas Vokasi Universitas Harkat Negeri, Pusat Studi Gender Universitas Panca Sakti Tegal, IWAPI, GOW, Dharma Wanita, TP PKK, Kampung Dongeng, Yayasan Tekad, Forum PUSPA PATBM, Forum Anak Fantri, Forum LKSA, Srikandi, IPNU, serta Satgas Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak.

Dengan keterlibatan banyak pihak dan semangat kebersamaan yang terpancar, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Kota Tegal untuk menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. (Supriyadi)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Dukung Ruwatan Silayur, Sarif Abdillah Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Nilai Spiritual

16 April 2026 - 12:44 WIB

Ketua LSM Forlindo Jaya Soroti Pemeriksaan 63 ASN, Desak KPK Perluas Arah Penyidikan

16 April 2026 - 11:28 WIB

Polsek Madukara Ringkus Pelaku Curanmor dalam Dua Hari, Motor Guru Juri Pramuka Berhasil Diamankan

16 April 2026 - 11:11 WIB

Trending di Daerah