SRAGEN | kabarjateng.id — Semangat Gotong Royong Warga Dukuh Nglombo RT 03 Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, sukarela perbaiki Jembatan Gawan sepanjang ±200 meter. Jembatan Gawan ini Peninggalan Kolonial Belanda jalur propinsi milik Dinas Bina Marga Pekerjaan Umum (PU) Provinsi.
Jembatan Gawan adalah jalur penghubung Antar Kecamatan Sidoharjo dan Kecamatan Tanon, tepatnya di Desa Gawan, Kecamatan Tanon dengan Desa Tenggak Dukuh Nglombo, Kecamatan Sidoharjo.
Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan kembali terlihat di Dukuh Nglombo, di laksanakan pada hari Minggu, 19 Juli 2026.
Puluhan warga masyarakat, khususnya Dukuh Nglombo RT 03 bersatu dalam aksi gotong royong memperbaiki jembatan penghubung utama antar desa yang rusak parah.
Jembatan Gawan Peninggalan Jaman Kolonial Belanda ini termasuk cagar budaya yang harus dirawat dan dilestarikan, karena mengingat berjalannya waktu usia yang sudah memasuki berabad-abad ini semakin diabaikan oleh Dinas Kabupaten terkait hal untuk perawatan dan perbaikan.
Padahal Jembatan Gawan Peninggalan Jaman Kolonial Belanda ini memiliki peran vital bagi para warga masyarakat setempat untuk menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari perputaran ekonomi dan perdagangan antar pasar desa.
Meskipun Jembatan Gawan di era Kolonial Belanda ini termasuk jembatan yang sudah tua, masyarakat warga desa sangat membutuhkan untuk aktivitas sehari-hari bisa menjadi akses jalan utama bagi pejalan sepeda onthel maupun pejalan kaki.
Dan warga masyarakat sekitar setiap pagi menggunakan untuk aktivitas kepentingan bersama olahraga ringan, jalan kaki, lari pagi dan senam.
Jembatan ini juga merupakan akses utama bagi masyarakat desa untuk menuju lahan pertanian dan kebun mereka yang berada di seberang sungai.
Kerusakan pada jembatan, terutama pada bagian lantai aspal yang sudah rapuh atau tergerus rusak dan membahayakan bagi pengguna jalan di jembatan, menjadi perhatian serius masyarakat khususnya warga RT 03 Dukuh Nglombo Desa Tenggak.
Tidak ingin menunggu bantuan dari luar maupun pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen terlalu lama, masyarakat pun bergerak cepat melakukan perbaikan secara swadaya, tanpa dana dari Pemerintah Kabupaten Sragen maupun Pemerintah Propinsi.
Seluruh kebutuhan bahan material seperti pasir hitam, semen, batu hitam, dan tukang untuk mengerjakannya dan alat kerja dikumpulkan secara mandiri oleh warga Dukuh Nglombo RT 03, untuk perbaikan jembatan warga dukuh Nglombo RT 03 menggunakan dana simpanan kas RT 03 sebesar Rp 2.500.000 untuk membeli kebutuhan bahan baku material.
Didik Ariyanto, selaku Ketua RT 03 mengatakan, warga sepakat untuk memperbaiki jembatan ini bersama-sama, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang.
“Ini adalah akses utama warga masyarakat kami ke pasar gawan maupun pasar nglombo, juga jalur utama menuju desa-desa lain maupun ke jalur barat yang menuju Desa Gawan, kecamatan Tanon,” ujarnya.
Para karangtaruna pemuda desa juga turut ambil bagian dalam menyiapkan logistik untuk mendukung kegiatan perbaikan jalan jembatan tersebut.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari nilai gotong royong yang masih sangat hidup di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya memperbaiki jembatan, tapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Semua kompak dan ikhlas demi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Warsito selaku Salah satu tokoh masyarakat, khususnya di Daerah Sragen pemilik Redaksi PT Berita Istana Negara, juga menyoroti bahwa kondisi jalan rusak di Jembatan Gawan Peninggalan Jaman Kolonial Belanda ini bukan hanya persoalan infrastruktur semata, tetapi sudah menyangkut keselamatan publik.
Ia menekankan bahwa kejadian-kejadian di lapangan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak Dinas terkait khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sragen.
“Saya kembali mengimbau dan mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi perbaikan dan perawatan jalan maupun jembatan penghubung antar propinsi, termasuk dalam hal dukungan anggaran dan kebijakan,” tegas Warsito.
Pemerintah Pusat maupun pemerintah Kabupaten Sragen sendiri sebelumnya telah menyampaikan bahwa kerusakan jalan dan jembatan penghubung, khususnya pada ruas jalan provinsi, merupakan salah satu persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat.
Bahkan, beberapa akses masuk ke jalan provinsi Sragen, tepatnya Pungkruk – Gawan – Gabugan dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat, seperti jalan berlubang, aspal terkelupas, serta permukaan jalan yang tidak rata, dan juga perlunya perbaikan ruas jalan dan jembatan di sepanjang jln Pungkruk – Gawan – Gabugan.
Melalui pemberitaan ini, Warsito berharap adanya perhatian serius dan tindakan cepat dari seluruh elemen pemangku kepentingan dinas terkait, sehingga kondisi jalan dan jembatan Gawan dapat segera diperbaiki demi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat. (Sriyadi)






