SRAGEN | kabarjateng.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 1 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Taraman dan Puskesmas Sidoharjo menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bagi siswa SMP Negeri 2 Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tersebut diikuti sekitar 150 siswa kelas VIII dan IX beserta para guru pendamping.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai HIV/AIDS, cara penularannya, upaya pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap penyandang HIV.
Kepala Desa Taraman, Anang Cahyono, S.Psi., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNS di wilayahnya.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan fasilitas kesehatan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Semoga program KKN ini menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antara dunia akademik dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam sesi penyuluhan, Lelly Krisita Hardyati, A.Md.Keb, selaku Bidan Desa Taraman dari Puskesmas Sidoharjo, menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah kondisi lanjutan yang dapat terjadi apabila infeksi HIV tidak ditangani dengan baik.
Ia menerangkan bahwa penularan HIV dapat terjadi melalui pertukaran cairan tubuh, seperti darah, cairan seksual, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu kepada bayi pada kondisi tertentu.
Di sisi lain, HIV tidak menular melalui sentuhan, berjabat tangan, berbagi makanan, maupun aktivitas sosial sehari-hari.
Selain membahas pencegahan, narasumber juga mengajak para siswa untuk tidak mendiskriminasi orang dengan HIV.
Menurutnya, mereka membutuhkan dukungan, pendampingan, dan akses pengobatan agar dapat menjalani hidup dengan baik.
Mahasiswa KKN UNS menyampaikan materi secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, serta kuis yang membuat suasana belajar lebih menarik.
Pendekatan tersebut membuat para siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua KKN UNS Kelompok 1, Ibnu Adi Nugroho, mengatakan bahwa metode pembelajaran yang menyenangkan dipilih agar materi kesehatan dapat diterima lebih mudah oleh para pelajar.
“Kami berharap siswa tidak hanya memahami bahaya HIV/AIDS, tetapi juga mengetahui cara mencegahnya serta mampu menyebarkan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya,” katanya.
Selain penyampaian materi, setiap peserta juga menerima pamflet berisi informasi mengenai HIV/AIDS sebagai bahan pembelajaran lanjutan di rumah.
Kepala SMP Negeri 2 Sidoharjo, Ari Umara Dewi, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNS yang telah menghadirkan edukasi kesehatan bagi para siswa.
Menurutnya, penyuluhan seperti ini penting sebagai bekal bagi remaja agar mampu menjaga kesehatan diri sekaligus terhindar dari informasi yang keliru.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga membangun kepedulian terhadap sesama serta mengurangi stigma dan kesalahpahaman mengenai HIV/AIDS di lingkungan masyarakat. (Sriyadi)






