SRAGEN | Kabarjateng.id – Menjelang peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro tahun 2026, Kodim 0725/Sragen menggelar aksi penghijauan di wilayah Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Kegiatan penanaman pohon tersebut berlangsung pada Rabu (9/9/2026) dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi.
Aksi itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial Kodim Sragen menyambut dua momentum penting tersebut.
Sebelumnya, Kodim 0725/Sragen juga menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan di Pasar Mojo dan Pasar Bunder Sragen pada 27 Agustus 2026.
Dalam aksi penghijauan kali ini, Kodim menggandeng jajaran Polri, BPBD, Satgas MTA, Banser, Hipakad, FKPPI, perguruan silat hingga para siswa SMK Bhina Wiyata.
Sejumlah jenis tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut. Di antaranya flamboyan, jambu air, maja, gayam, kluwih dan pohon asam.
Mayor Cba Beni Yusdiantoro, SE, yang mewakili Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, SIP, mengatakan penghijauan tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan peringatan HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro.
Menurutnya, penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menghasilkan oksigen, keberadaan pohon juga membantu mengurangi polusi udara,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sistem perakaran pohon juga berperan dalam menyerap dan menahan air hujan sehingga dapat membantu menjaga cadangan air tanah.
Vegetasi yang kuat turut mengurangi risiko erosi dan menjaga struktur tanah.
Selain aspek lingkungan, keberadaan pepohonan dinilai dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Naungan pohon mampu mengurangi suhu panas di sekitar permukiman maupun jalan.
Ruang hijau juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat serta menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan satwa lainnya.
Kasdim Sragen berharap aksi penghijauan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Pohon yang telah ditanam diharapkan dirawat dan dijaga agar dapat tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Harapannya kegiatan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, bukan hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial,” katanya. (ar)






