SRAGEN, Kabarjateng.id — Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hijau ke Sabuk Putih menjadi tahapan penting bagi siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate).
Pada tahap ini, peserta tidak hanya menjalani uji kemampuan teknik pencak silat, tetapi juga menguji ketahanan fisik, kesiapan mental, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai luhur organisasi.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan SH Terate dalam membentuk manusia berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ribuan Peserta Ikuti UKT
SH Terate Cabang Sragen Pusat Madiun menggelar UKT Sabuk Hijau ke Putih dengan melibatkan 1.432 siswa dari berbagai ranting se-Kabupaten Sragen.
Panitia memusatkan kegiatan ini di Padepokan Pendopo Kepatihan Terate Cabang Sragen pada Sabtu (28/3/2026).
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ujian sebagai bagian dari proses pembinaan menuju jenjang berikutnya.
Pelaksanaan Dua Sesi dalam Sehari
Panitia membagi pelaksanaan UKT dalam dua sesi selama satu hari. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti peserta nomor urut 1 sampai 711.
Sesi kedua berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB untuk peserta nomor urut 723 hingga 1.434.
Panitia menerapkan sistem ini agar kegiatan berjalan tertib, efektif, dan tetap mengutamakan keselamatan peserta.
Peserta Jalani Uji Teknik dan Mental
Selama UKT berlangsung, peserta menjalani berbagai materi ujian, seperti senam dasar, jurus dasar, teknik belati, hingga penggunaan toya.
Ketua panitia UKT, Sukarjo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi tolok ukur kemampuan siswa secara menyeluruh.
“UKT ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa, baik fisik maupun penguasaan materi. Hasilnya menjadi dasar penilaian untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Pengurus cabang, dewan pengesah, serta pelatih mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan organisasi.
Perkuat Karakter dan Nilai Persaudaraan
Selain menguji kemampuan teknik, UKT juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai persaudaraan antaranggota.
Ketua Cabang SH Terate Sragen Pusat Madiun, Sunanto, berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami berharap peserta menjaga ketertiban dan mengikuti seluruh tahapan dengan maksimal. Ini bagian dari proses pembinaan karakter,” jelasnya.
Peserta Rasakan Manfaat Lebih dari Bela Diri
Salah satu peserta asal Ranting Miri, Suyadi (56), mengaku merasakan banyak manfaat dari mengikuti SH Terate, tidak hanya dari sisi fisik.
“SH Terate mengajarkan kami berbudi luhur, memahami benar dan salah, serta meningkatkan keimanan. Jadi bukan sekadar bela diri, tetapi juga pembentukan karakter,” ungkapnya.
Langkah Menuju Tahap Pendadaran
UKT ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menunjukkan kesiapan sebelum memasuki tahap pendadaran.
Kegiatan ini juga memperkuat eksistensi SH Terate sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada bela diri, tetapi juga konsisten membina moral, karakter, dan persaudaraan di tengah masyarakat. (Sriyadi)






