Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Tragedi di Rawa Pening, Remaja Bandungan Tewas Tenggelam Saat “mBranjang”

badge-check


					Tragedi di Rawa Pening, Remaja Bandungan Tewas Tenggelam Saat “mBranjang” Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Peristiwa duka terjadi di perairan Rawa Pening, tepatnya di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (28/03/2026) pagi.

Seorang remaja asal Dusun Junggul, Bandungan, meninggal dunia akibat tenggelam sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban berinisial YPM alias DK (16), seorang pelajar kelas 10 di salah satu SMA di wilayah Ambarawa.

Pagi tadi, korban berangkat dari rumah bersama tiga temannya sekitar pukul 07.00 WIB menuju lokasi “branjang” di Rawa Pening.

Di lokasi tersebut, mereka bertemu dua rekan lainnya dari wilayah Bringin, sehingga enam remaja berkumpul di area perairan tersebut.

Dugaan Tidak Bisa Berenang

Berdasarkan keterangan saksi, rombongan sempat bersantai sambil menunggu perahu.

Beberapa remaja kemudian mencoba berenang dari satu branjang ke branjang lain dengan jarak sekitar 15 meter.

Korban yang tidak memiliki kemampuan berenang tetap ikut mencoba menyeberang.

Di tengah perjalanan, korban tenggelam dan hilang dari permukaan air.

Teman-temannya yang menyadari kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Warga dan nelayan di lokasi segera melakukan pencarian secara manual dengan menyelam di sekitar titik korban terakhir terlihat.

Aparat dari Koramil dan Polsek Ambarawa menerima laporan warga lalu mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Tim gabungan menemukan tubuh korban dan langsung mengangkatnya ke atas perahu.

Petugas kemudian membawa korban ke RSUD dr. Gunawan Mangoenkoesumo Ambarawa menggunakan kendaraan patroli untuk penanganan lebih lanjut.

Penanganan di Rumah Sakit

Setibanya di rumah sakit, petugas medis memeriksa kondisi korban. Setelah proses penanganan jenazah selesai, petugas menyerahkan korban kepada keluarga.

Keluarga korban datang ke rumah sakit dan menerima jenazah dengan penuh duka.

Selanjutnya, keluarga membawa korban ke rumah duka di Bandungan untuk dimakamkan.

Pihak Sekolah Sampaikan Duka
Pihak sekolah membenarkan status korban sebagai siswa aktif kelas 10.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih libur dan akan kembali berlangsung pada Senin (30/03/2026).

Perwakilan guru menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut.

Mereka juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami keluarga besar sekolah sangat berduka atas kepergian salah satu siswa kami. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar perwakilan guru.

Imbauan Keselamatan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya remaja, agar selalu memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Setiap orang perlu memastikan kemampuan berenang serta menggunakan alat keselamatan guna mencegah kejadian serupa. (hs)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Sinergi Pengusaha dan Buruh Jadi Modal Jateng Hadapi Gejolak Ekonomi Global

4 Juni 2026 - 10:23 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Solo di Donohudan

4 Juni 2026 - 09:24 WIB

Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026, Edukasi dan Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas

4 Juni 2026 - 07:12 WIB

Penuh Haru, SMPN 2 Dukuhwaru Lepas 219 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

4 Juni 2026 - 06:59 WIB

Hasil Forensik Jadi Kunci, Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Penemuan Jenazah di Jepara

3 Juni 2026 - 20:27 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Wujudkan Kepedulian Lewat Sumur Bor untuk Warga

3 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di Kabar Demak