SEMARANG – Jawa Tengah menunjukkan kemajuan signifikan dalam peningkatan kualitas layanan pertanahan. Hingga akhir 2025, sebanyak 10 Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah Provinsi Jawa Tengah berhasil menuntaskan seluruh tunggakan layanan pertanahan untuk periode 2015 hingga 2024.
Capaian ini menjadi indikator nyata keseriusan jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak berhenti pada sejumlah Kantah saja. Seluruh Kantor Pertanahan di Jawa Tengah ditargetkan mampu menyusul capaian serupa, baik dalam menyelesaikan tunggakan tahun-tahun sebelumnya maupun backlog layanan pada tahun berjalan 2025.
Upaya ini sejalan dengan komitmen institusi untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Sebagai langkah konkret dalam pengendalian kinerja, Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap Kantah yang masih memiliki sisa tunggakan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada Senin (29/12/2025) dan difokuskan pada pemetaan kendala teknis maupun administratif yang dihadapi di lapangan.
Melalui forum evaluasi tersebut, setiap Kantor Pertanahan didorong untuk menyusun strategi percepatan penyelesaian tunggakan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi internal.
Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, Kanwil BPN Jawa Tengah optimistis seluruh Kantah dapat mencapai zero tunggakan secara bertahap.
Ke depan, pencapaian ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan, sekaligus memperkuat peran BPN sebagai institusi pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.