SALATIGA, Kabarjateng.id — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga terus meningkatkan pembinaan melalui penyuluhan kesehatan tentang PPGD.
Sebanyak 30 warga binaan sebagai perwakilan dari setiap kamar hunian mengikuti kegiatan itu.
Penyuluhan menjadi bagian dari program pembinaan yang punya tujuan membekali warga binaan Rutan Salatiga dengan keterampilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat.
Pengetahuan tentang PPGD sangat penting karena mampu membantu tindakan awal yang tepat sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.
Utamakan Keselamatan Saat Menolong
Tim medis menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, penolong harus lebih dulu memastikan kondisi sekitar aman bagi diri sendiri maupun korban.
Setelah itu, penolong perlu mengenali kondisi korban dengan cepat agar tindakan yang mereka berikan sesuai kebutuhan dan tidak memperburuk keadaan.
Petugas kesehatan juga menegaskan agar warga binaan tidak melakukan pertolongan secara sembarangan atau hanya dengan dasar informasi yang keliru.
Setiap tindakan harus mengikuti prinsip dasar pertolongan yang benar agar manfaatnya maksimal dan risiko tambahan bisa mereka cegah.
Jika korban mengalami kondisi serius seperti pingsan, luka berat, atau gangguan pernapasan, petugas harus segera membawa korban ke fasilitas kesehatan yang ada di dalam Rutan Salatiga.
Edukasi Interaktif dan Penuh Antusias
Dokter rutan, petugas medis, serta mahasiswa memandu langsung kegiatan penyuluhan ini.
Mereka memberikan edukasi kesehatan secara interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang pemateri sampaikan.
Suasana kegiatan aktif karena peserta juga mendapat kesempatan untuk tanya dan diskusi mengenai kondisi darurat yang mungkin terjadi di lingkungan rutan.
Dokter Rutan Salatiga, dr. Ihsan, menegaskan bahwa edukasi semacam ini memiliki manfaat besar bagi warga binaan karena mampu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin warga binaan memiliki pemahaman yang benar tentang pertolongan pertama, sehingga mereka dapat membantu dengan cara yang tepat saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Tambah Keterampilan untuk Kehidupan Sehari-hari
Salah satu peserta, Fila, mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang kami lebih paham apa yang harus dilakukan jika ada teman yang sakit mendadak atau mengalami kecelakaan ringan. Ini sangat berguna bagi kami,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Salatiga berharap pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan keterampilan hidup yang berguna, termasuk kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat. (ar)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.