SEMARANG, Kabarjateng.id – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang disatukan dengan perayaan satu abad Nahdlatul Ulama, Kamis (29/1/2026).
Agenda tersebut sekaligus dijadikan wadah pembinaan internal bagi para pegawai guna menumbuhkan etos kerja yang berlandaskan nilai keislaman dan keaswajaan.
Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Farmasi Kampus II Unwahas dan diikuti unsur pimpinan yayasan, jajaran rektorat, dosen, serta tenaga kependidikan.
Suasana acara berlangsung religius dan penuh kekhidmatan, terlebih dengan hadirnya KH Munif Muhammad Zuhri yang memberikan tausiyah serta motivasi spiritual kepada peserta.
Dalam sambutannya, pimpinan universitas menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj seharusnya dimaknai sebagai sarana introspeksi diri, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan tanggung jawab di lingkungan kampus.
Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dinilai relevan untuk membangun budaya kerja yang disiplin, jujur, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Selain menjadi forum penguatan spiritual, kegiatan ini juga dikaitkan dengan arah pengembangan institusi.
Tahun 2026 disebut sebagai titik awal pelaksanaan rencana strategis 2026–2030 yang menargetkan peningkatan daya saing Unwahas di tingkat nasional maupun global.
Seluruh unit kerja diharapkan mampu menyusun program yang terintegrasi dan berdampak nyata, sehingga kinerja tidak berhenti pada aspek administratif semata, melainkan menjadi kebiasaan profesional yang berkelanjutan.
Ketua Pembina Yayasan, KH Hanief Ismail LC, dalam pembinaannya mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas di dunia pendidikan.
Ia menilai bahwa dedikasi yang dilandasi niat tulus akan membawa keberkahan, baik bagi individu maupun lembaga yang dinaungi.
Puncak acara diisi dengan penyampaian mauidhoh hasanah oleh KH Munif Muhammad Zuhri yang menyoroti pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.
Pesan tersebut diharapkan mampu memperkuat integritas serta komitmen pegawai dalam menjalankan amanah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan institusi, keselamatan bangsa, serta keberlanjutan nilai-nilai Nahdlatul Ulama dalam kehidupan akademik dan sosial kampus.
Editor: Wahyu Hamijaya






