Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 7 Apr 2026 12:37 WIB

Penutupan Jalan Gombel Lama Dimulai 14 April, Pengguna Jalan Diminta Siap Hadapi Perubahan


					Penutupan Jalan Gombel Lama Dimulai 14 April, Pengguna Jalan Diminta Siap Hadapi Perubahan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Pemerintah menutup total Jalan Gombel Lama, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang mulai 14 April 2026 setelah kondisi jalan membahayakan.

Struktur jalan yang ambles dan potensi longsor mendorong langkah cepat agar tidak memicu risiko lebih besar bagi pengguna jalan.

Tim teknis akan membongkar seluruh badan jalan Gombel Lama, memperkuat fondasi, serta menata ulang sistem drainase.

Proyek ini diperkirakan selesai dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Langkah Preventif Cegah Kecelakaan

Penutupan ini menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Pemerintah menilai penggunaan jalan dalam kondisi rusak justru meningkatkan risiko insiden, terutama di kawasan dengan kontur ekstrem seperti Gombel.

Dengan menutup akses sementara, pemerintah memberi ruang bagi proses perbaikan agar berjalan optimal tanpa membahayakan masyarakat.

Skema Lalu Lintas Berubah Total

Selama proyek berlangsung, arus kendaraan beralih ke Jalan Setiabudi (Gombel Baru) yang kini melayani dua arah.

Perubahan ini menuntut kesiapan pengguna jalan dalam menyesuaikan rute perjalanan.

Kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat, terutama pada pagi dan sore hari.

Pengendara perlu mengatur waktu perjalanan serta mematuhi rambu dan arahan petugas untuk menghindari kemacetan.

Truk Beralih ke Tol, Beban Jalan Berkurang

Pemerintah mengarahkan kendaraan berat melewati Tol Banyumanik–Jatingaleh untuk menjaga kelancaran arus.

Kebijakan ini mengurangi tekanan di jalur alternatif yang digunakan kendaraan umum.

Selain itu, pengalihan truk membantu menekan potensi kecelakaan di jalur perkotaan yang padat aktivitas.

Dampak ke Warga Sekitar Jadi Perhatian

Warga di sekitar lokasi proyek harus beradaptasi dengan perubahan akses.

Mereka berharap pemerintah menghadirkan solusi agar mobilitas sehari-hari tetap berjalan lancar.

“Kami paham ini untuk keselamatan, tapi akses jadi lebih jauh. Semoga ada perhatian untuk warga sekitar,” kata Adhi (48).

Pemerintah perlu menjangkau masyarakat secara langsung dengan informasi yang jelas dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan kebingungan.

Perbaikan untuk Masa Depan yang Lebih Aman

Meski menimbulkan dampak sementara, proyek ini menjadi investasi penting bagi infrastruktur Kota Semarang.

Jalan yang lebih kuat dan stabil akan meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengguna dalam jangka panjang.

Masyarakat perlu mendukung pelaksanaan proyek dengan tertib berlalu lintas, mengikuti aturan, serta menjaga kesabaran agar proses perbaikan berjalan lancar dan tepat waktu. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Dukung Ruwatan Silayur, Sarif Abdillah Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Nilai Spiritual

16 April 2026 - 12:44 WIB

Ketua LSM Forlindo Jaya Soroti Pemeriksaan 63 ASN, Desak KPK Perluas Arah Penyidikan

16 April 2026 - 11:28 WIB

Polsek Madukara Ringkus Pelaku Curanmor dalam Dua Hari, Motor Guru Juri Pramuka Berhasil Diamankan

16 April 2026 - 11:11 WIB

Trending di Daerah