Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

MTQ Nasional XXXI di Semarang Buka Ruang bagi Disabilitas Tuli Lewat Tartil Al-Qur’an Isyarat

badge-check


					MTQ Nasional XXXI di Semarang Buka Ruang bagi Disabilitas Tuli Lewat Tartil Al-Qur’an Isyarat Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah menghadirkan catatan baru dalam sejarah penyelenggaraan ajang tersebut.

Untuk pertama kalinya, penyandang tuli mendapat ruang melalui eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat.

Eksibisi tersebut digelar di MG Setos Hotel Semarang, Selasa (15/9/2026).

Pesertanya merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu atau tuli yang mengikuti musabaqah Tartil Al-Qur’an Isyarat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, mengatakan pelaksanaan eksibisi menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan yang lebih inklusif.

Menurutnya, kehadiran cabang Tartil Al-Qur’an bagi peserta tuli menjadi momentum penting untuk memastikan hak beragama dapat diakses secara setara.

“Kami bersyukur, hari ini MTQ Nasional yang ke-XXXI sudah menjadikan satu cabang musabaqah, yaitu tartil untuk golongan rungu/tuli sensorik, menjadi salah satu cabang eksebisi,” kata Abu saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama akan mengevaluasi pelaksanaan eksibisi tersebut sebelum menentukan kemungkinan menjadikannya sebagai cabang resmi pada MTQ mendatang.

Evaluasi antara lain mencakup kesiapan perangkat pertandingan dan berbagai ketentuan teknis dalam pelaksanaan musabaqah.

Abu berharap langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan MTQ yang dapat diikuti seluruh umat Islam, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

“MTQ harus inklusif, MTQ harus bisa diikuti oleh semua kelompok umat Islam, meskipun dengan beberapa keterbatasan,” ujarnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis M Hanafi, menyebut eksibisi tersebut diikuti 28 peserta putra dan putri.

Mereka berasal dari 14 komunitas Tuli Muslim yang tersebar di sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

Menurut Muchlis, penyelenggaraan eksibisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang adil dan tidak diskriminatif.

“Layanan keagamaan tidak boleh dibeda-bedakan, kita harus memberikan layanan yang berkeadilan,” ujar Muchlis.

Ia menambahkan, pelaksanaan tahun ini masih menjadi tahap pengenalan sekaligus evaluasi.

Hasilnya akan menjadi bahan penyempurnaan apabila Tartil Al-Qur’an Isyarat nantinya dipertimbangkan sebagai cabang resmi MTQ.

Dalam eksibisi tersebut, peserta tampil melalui dua metode, yaitu kitabah dan tilawah.

Penilaian dilakukan oleh dewan hakim yang terdiri atas unsur tuli dan nontuli yang memahami pedoman serta metode Al-Qur’an Isyarah.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kementerian Agama bersama Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI).

Organisasi tersebut berperan dalam aspek teknis, termasuk penyusunan pedoman penilaian dan mekanisme pelaksanaan.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI, Deka Kurniawan, turut memberikan apresiasi.

Ia menilai akses terhadap layanan keagamaan merupakan bagian dari hak penyandang disabilitas yang harus dijamin negara.

Menurut Deka, pelaksanaan eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat dalam MTQ Nasional XXXI menunjukkan adanya upaya konkret untuk membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

“MTQ ke-XXXI di Semarang ini menjadi pembuktian nyata, bahwa negara, dalam hal ini melalui Kementerian Agama, betul-betul hadir memenuhi hak penyandang disabilitas,” terang Deka.

Ia menegaskan, penyandang disabilitas sensorik rungu dan wicara juga memiliki hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalankan kehidupan beragama.

Deka pun mengapresiasi komitmen Kementerian Agama dalam memperluas pemenuhan hak-hak keagamaan bagi penyandang disabilitas di Indonesia. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Jalan Keluar Konflik Lahan di Jateng

16 September 2026 - 08:18 WIB

Sumarno Dorong Sekolah Rakyat Disiapkan hingga Pendidikan Tinggi

16 September 2026 - 08:00 WIB

Razia Gabungan Digelar, Lapas Semarang Sasar Barang Terlarang di Blok Hunian

16 September 2026 - 00:44 WIB

Dua Mahasiswa Unwahas Bawa Jawa Tengah Raih Juara Harapan 1 Peksiminas 2026

15 September 2026 - 19:46 WIB

Rutan Salatiga Perkuat Kesiapsiagaan, Seluruh Senjata Api Jalani Pemeriksaan

15 September 2026 - 15:32 WIB

Tak Sekadar Mengisi Waktu, Buku Jadi Jendela Pengetahuan Warga Binaan Rutan Salatiga

15 September 2026 - 15:25 WIB

Trending di Daerah