Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 7 Feb 2026 14:30 WIB

Ketuk Pintu Pecinan Semarang, Tradisi Doa Bersama Pembuka Pasar Imlek Semawis 2026


					Kirab Tradisi Ketuk Pintu Pasar Semawis Perbesar

Kirab Tradisi Ketuk Pintu Pasar Semawis

SEMARANG, Kabarjateng.id – Rangkaian Pasar Imlek Semawis (PIS) 2026 resmi diawali dengan prosesi Tradisi Ketuk Pintu yang digelar di kawasan Pecinan Kota Semarang.

Ritual doa bersama ini menjadi penanda dimulainya perayaan Imlek sekaligus simbol permohonan izin, keselamatan, dan kelancaran seluruh agenda budaya yang akan berlangsung hingga puncak Pasar Imlek Semawis.

Prosesi Ketuk Pintu dilakukan beberapa hari sebelum pembukaan Pasar Imlek Semawis.

Panitia mendatangi sembilan klenteng yang tersebar di kawasan Pecinan sebagai bentuk “kulo nuwun” atau permohonan restu agar rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Ketua KOPI Semawis, Harjanto Kusuma Halim, menjelaskan bahwa Ketuk Pintu merupakan tradisi sakral yang selalu mengawali Pasar Imlek Semawis setiap tahunnya.

Menurutnya, doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dari nilai spiritual dan budaya yang dijunjung dalam perayaan Imlek di Semarang.

“Ketuk Pintu adalah permohonan doa restu kepada sembilan klenteng di kawasan Pecinan Semarang. Harapannya, Pasar Imlek Semawis dan seluruh perayaan Imlek dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan membawa berkah bagi semua,” ujar Harjanto.

Arak-arakan Ketuk Pintu dimulai dari Kelenteng Tay Kak Sie dan berakhir di kawasan Gang Baru.

Prosesi berlangsung meriah dengan iringan pertunjukan barongsai dan partisipasi berbagai komunitas budaya dari Semarang dan daerah sekitarnya.

Peserta tampil mengenakan busana adat Nusantara yang berpadu dengan unsur budaya Tionghoa.

Para perempuan tampak mengenakan kebaya dengan berbagai model, sementara peserta laki-laki mengenakan busana tradisional seperti sarung dan pakaian adat daerah.

Kehadiran tokoh-tokoh budaya turut memperkaya suasana, mulai dari figur Cenggih, Sun Go Kong, Dewi Kwan Im, hingga karakter pewayangan seperti Hanoman dan Gatotkaca.

Harjanto menilai penggunaan busana tradisional menjadi daya tarik tersendiri dalam prosesi ini.

Panitia bahkan mendorong peserta untuk menampilkan keberagaman budaya sebagai wujud akulturasi yang telah lama tumbuh di Kota Semarang.

“Peserta perempuan wajib berkebaya, boleh kebaya Encim atau kebaya kutu baru. Peserta laki-laki bisa bersarung. Nantinya juga ada tokoh-tokoh budaya dan wayang, jadi suasananya seperti festival kostum budaya,” katanya.

Selain budaya Tionghoa dan Jawa, prosesi Ketuk Pintu juga membuka ruang bagi ekspresi budaya lain.

Anak-anak muda ikut meramaikan acara dengan cosplay budaya Jepang. Tak hanya itu, Pasar Imlek Semawis 2026 juga akan menghadirkan kuliner khas Muslim Tiongkok dari wilayah Xinjiang yang jarang dijumpai di Semarang.

Menurut Harjanto, Pasar Imlek Semawis bukan hanya perayaan etnis tertentu, melainkan perayaan kebersamaan dan keberagaman masyarakat Semarang.

“Ini tentang merayakan perbedaan. Di Semarang, toleransi sudah menjadi keseharian. Keberagaman harus menghadirkan kebahagiaan, bukan sekadar simbol,” ujarnya.

Dalam rangkaian Ketuk Pintu, panitia turut membagikan air suci yang diambil dari lima klenteng.

Air tersebut melambangkan doa, keselamatan, dan harapan baik bagi masyarakat yang mengikuti prosesi maupun pengunjung Pasar Imlek Semawis.

Tahun Baru Imlek 2026 yang ditandai sebagai Tahun Kuda juga memiliki filosofi tersendiri.

Harjanto menyebut Tahun Kuda identik dengan tantangan dan dinamika, namun tetap membawa optimisme bagi mereka yang mau berusaha.

“Tahun Kuda itu penuh kejutan, geraknya cepat dan tidak terduga. Tapi filosofinya, kalau mau berusaha, sukses akan mengikuti. Kudanya datang, suksesnya ikut datang,” ucapnya.

Pasar Imlek Semawis 2026 akan berlangsung bersamaan dengan Pasar Dugderan, agenda budaya besar lain di Kota Semarang.

Meski digelar dalam waktu yang hampir bersamaan, panitia optimistis kedua kegiatan tersebut justru akan saling mendukung dan memperkuat daya tarik wisata kota.

“Budaya Tionghoa, Islam, dan Jawa bertemu. Masyarakat bisa menikmati Imlek dan Dugderan sekaligus. Bukan bersaing, tapi saling melengkapi,” kata Harjanto.

Ia menambahkan, antusiasme pelaku usaha, khususnya UMKM, cukup tinggi. Pasar Imlek Semawis diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi dan menjadi awal yang baik bagi geliat usaha masyarakat di awal tahun 2026.

Pasar Imlek Semawis merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan KOPI Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek.

Kegiatan ini bertujuan melestarikan tradisi pasar rakyat 29-meh, mendorong produksi melalui pameran dan bazar UMKM, serta merevitalisasi kawasan cagar budaya Pecinan Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyatakan bahwa rangkaian Imlek tahun ini menegaskan identitas Semarang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

“Ketuk Pintu merupakan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh perayaan Imlek berjalan lancar dan sukses. Perpaduan budaya ini menjadi kekuatan pariwisata Kota Semarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kota memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasar Imlek Semawis dan Pasar Dugderan yang berlangsung bersamaan.

“Arahan dari Wali Kota jelas, keamanan dan kenyamanan pengunjung harus dijaga. Parkir harus tertata, lalu lintas lancar, dan UMKM dapat berjualan dengan aman dan nyaman,” katanya. (ws)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Gubernur Luthfi Gagas Kontes Sapi Perah untuk Genjot Produksi Susu Jateng

26 April 2026 - 14:40 WIB

Ajang Tempa Atlet, Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Event Nasional Lebih Masif

26 April 2026 - 12:55 WIB

Sabung Ayam dan Dadu di Jetis Tengaran Diduga Masih Beroperasi, Warga Tuntut Penindakan Tegas

26 April 2026 - 12:34 WIB

Polresta Pati Tertibkan Balap Liar di JLS, Tujuh Remaja Terjaring Operasi Dini Hari

26 April 2026 - 11:18 WIB

Perkuat Sinergi, Polres Jepara Gandeng Komunitas Trail ATC Desa Bondo Jaga Kamtibmas

26 April 2026 - 11:07 WIB

Sekda Jateng Soroti Peran Olahraga bagi Veteran: Bangun Kebersamaan hingga Jaga Kesehatan

26 April 2026 - 10:02 WIB

Trending di KABAR JATENG