Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Diduga Sakit, Lansia di Tuntang Meninggal di Kamar Mandi Rumah

badge-check


					Diduga Sakit, Lansia di Tuntang Meninggal di Kamar Mandi Rumah Perbesar

KAB SEMARANG, Kabarjateng.id – Warga Dusun Sraten, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dikejutkan dengan meninggalnya seorang perempuan lanjut usia di dalam kamar mandi rumahnya, Senin (4/5/2026) sore.

Korban bernama Sugiati (60), seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri di RT 05 RW 07 Dusun Sraten.

Warga menemukan korban sekitar pukul 17.30 WIB setelah bersama Ketua RT membuka paksa pintu rumah yang terkunci dari dalam.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy melalui Kapolsek Tuntang AKP Pri Handayani menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat korban menghubungi tetangganya, Sulistiyani (59), melalui pesan WhatsApp.

Korban meminta bantuan agar tetangganya mengantar berobat karena tubuhnya terasa sakit.

Tetangga Curiga Karena Korban Tidak Menjawab

“Korban sempat menghubungi tetangga depan rumahnya untuk meminta diantar berobat karena merasa sakit.

Namun keesokan harinya, Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saksi mencoba memanggil korban di rumahnya, tetapi tidak mendapat respons,” ujar AKP Pri Handayani, Selasa (5/5/2026).

Karena merasa khawatir, saksi kembali mendatangi rumah korban pada sore hari.

Namun hingga beberapa kali dipanggil, korban tetap tidak menjawab.

Warga bersama Ketua RT kemudian berinisiatif mendobrak pintu rumah.

Setelah masuk ke dalam, mereka menemukan korban dalam posisi miring di kamar mandi dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Polisi dan Tenaga Medis Lakukan Pemeriksaan

Petugas Polsek Tuntang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), didampingi tenaga medis dari Puskesmas Gedangan, Kecamatan Tuntang.

Dokter dan bidan melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

Hasilnya, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis, kami tidak menemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang dideritanya, kemungkinan berkaitan dengan keluhan sakit yang sebelumnya sempat disampaikan,” jelas Kapolsek.

Petugas memperkirakan korban meninggal dunia sekitar empat jam sebelum warga menemukannya.

Keluarga Menolak Autopsi

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi.

Keluarga kemudian membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk penolakan.

Menurut keterangan warga sekitar, korban sering mengeluhkan sakit darah rendah atau anemia, disertai batuk dan pilek.

Selama ini korban hidup sendiri setelah suaminya meninggal dunia, sementara anaknya menetap di Jakarta. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polda Jateng Tangani 722 Perkara Perempuan dan Anak, Kasus Persetubuhan Anak Paling Dominan

7 September 2026 - 19:29 WIB

Pemadaman TPA Putri Cempo Diperkuat, Modifikasi Cuaca Disiapkan

7 September 2026 - 19:19 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Siaga 24 Jam untuk MTQ Nasional

7 September 2026 - 19:09 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Tetap Bisa Kuliah di Jateng

7 September 2026 - 18:08 WIB

Padukan Semangat Kemerdekaan dan Religi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Anak-Anak Desa Lanji Berkompetisi

7 September 2026 - 17:59 WIB

Polres Demak Ajarkan Pelajar Cerdas Gunakan AI dan Waspadai Hoaks

7 September 2026 - 17:48 WIB

Trending di Daerah